Pasar Batubara Bagus, Garda Tujuh Buana Bidik Penjualan US$ 117 Juta

NERACA

Jakarta – Perusaaan pertambangan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menargetkan penjualan batubara mencapai 3 juta MT (metrik ton) di akhir tahun ini. Target tahun ini meningkat dibandingkan penjualan sebelumnya sebesar 1,2 juta metrik ton.

Komisaris GTBO Pardeep Dhir mengatakan, peningkatan penjualan ini seiring dengan pasar batubara yang meningkat tajam,”Akhir tahun, penjualan GTBO diperkirakan capai US$ 117 juta,”katanya di Jakarta, Rabu (11/4).

Selain itu, dia menyebutkan dengan target tersebut, perseroan mampu menghasilkan ebitda sebesar US$ 72 juta. Sebagai informasi, target peningkatan pendapatan ini berkaitan dengan peningkatan permintaan untuk energi yang dibutuhkan oleh China dan India, khususnya batubara.

Terlebih kedua negara tersebut, kata Pardeep memiliki pertumbuhan GDP sekitar 7%-10%. "Pertumbuhan ini didorong dengan pendirian pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi dari konsumen di China dan India," ujar Pardeep.

Maka dari itu, akhirnya GTBO berusaha untuk menjadi pemasok dominan batubara ke pembangkit listrik di kedua negara tersebut dan pasar domestik. Manajemen GTBO menambahkan, perusahaan memiliki keunggulan kompetitif karena punya cadangan batubara besar yang berada di wilayah pertambangannya. Terlebih biaya produksi batubara GTBO tergolong rendah karena miliki infrastruktur sendiri.

Sebagai informasi pada 2010, perseroan hanya menjual batubara sebesar 93.521 ton ke pasar ekspor yang bernilai Rp25,636 miliar. Sementara di 2011 perseroan berhasil meningkatkan penjualan batu bara sebanyak 1,130 juta ton dengan nilai mencapai Rp319,701 miliar. Dari volume penjualan sebesar itu sekitar 32.893 ton dijual ke pasar lokal.

Menurut Direktur GTBO Narinder Kumar, peningkatan penjualan tersebut terjadi atas keberhasilan perseroan meningkatkan penjualan batubara baik ke pasar ekspor maupun lokal. Jumlah aset perseroan per 31 Desember 2011 tercatat meningkat Rp464,367 miliar dari posisi aset per 31 Desember 2010 yang tercatat sebesar Rp440,217 miliar.

Selain itu, kewajiban pajak tangguhan tahun pajak berjalan sebesar Rp 21,6 miliar. GTBO juga menghasilkan kas dari operasional sebesar Rp 214 miliar dan free cash flow sebesar Rp 182 miliar. (didi)

Related posts