Penjualan Mobil Astra International Turun 7,6%

NERACA

Jakarta – Industri otomotif dalam negeri masih melandai dan hal tersebut terlihat dari penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang Januari 2019–Oktober 2019 tercatat terkoreksi 7,6% secara tahunan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, penjualan mobil Astra International sebanyak 447.538 unit, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 484.470 unit.

Adapun penjualan mobil Astra pada Oktober 2019 sebanyak 51.280 unit, lebih rendah 14,34persen dibandingkan dengan Oktober 2018 59.866 unit. Sementara itu, jika dibandingkan dengan penjualan September 2019, penjualan mobil ASII pada Oktober 2019 lebih rendah 0,76%. Penguasaan pangsa pasar atau market share ASII per Oktober 2019 adalah 53%. Catatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan market share per September 2019 yakni 56%.

Total penjualan mobil domestik per Oktober 2019 tercatat 849.609 unit, lebih rendah 11,75% dibandingkan dengan per Oktober 2018 962.834 unit. Merespon hal tersebut, Kepala Riset Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan seperti dikutip bisnis.com menjelaskan bahwa kendati sepanjang Januari 2019–September 2019 penjualan mobil Astra International masih terkoreksi 6,7%. Namun, penjualan September 2019 menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Adapun penjualan mobil ASII pada September 2019 tercatat sebanyak 51.557 unit kendaraan, lebih tinggi 3,4% dibandingkan dengan realisasi penjualan pada September 2018 sebanyak 49.860 unit. Dia menambahkan bahwa selain rilis data penjualan September 2019, saham ASII belum memiliki katalis positif lainnya yang dapat membuat kenaikan harga sahamnya.

Pasalnya, sepanjang 13 hari perdagangan pada Oktober 2019, saham ASII tercatat ditutup pada zona merah pada 8 hari perdagangan dan hanya menguat pada 4 hari perdagangan, serta ditutup stagnan pada 1 hari. Sepanjang 1-17 Oktober 2019, ASII menguat tipis 0,31%.“Kalau tren penurunan suku bunga pasar sudah ekspektasi itu sejak bulan lalu, tapi nyatanya pada Oktober saham ASII lebih banyak terkoreksi,” sebutnya.

Dia menilai penjualan mobil ASII hingga akhir tahun ini bisa tercatat stagnan dibandingkan dengan realisasi tahun lalu dengan melihat prospek penjualan mobil pada kuartal IV/2019. Menurutnya, kinerja penjualan mobil pada kuartal IV/2019 dapat menutupi target tersebut karena masih banyak peluang penjualan mobil yang sebelumnya pada semester I/2019 masih tertahan.“Saham ASII jika melihat yang telah tertekan sekitar 16%, harusnya kami melihat ruang untuk downside risk-nya kecil sekali. Potensi upside-nya masih cukup bagus. Jadi ASII masih rekomendasi beli,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Platform Bersama e-KYC - Dukcapil Tegaskan Tak Ada Pemberian Data NIK

Era digital yang serba cepat dan agile, industri perbankan dituntut untuk menyediakan layanan berbasis teknologi digital. Layanan digital akan memudahkan…

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…