I-Price Mencatat Ada 50 e-Commerce Bersaing di 2019

NERACA

Jakarta - Kehadiran e-commerce dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha. Hingga kuartal ke-3, I-Price mencatat sebanyak 50 perusahaan e-commerce atau toko online yang bersaing di Indonesia pada 2019. Sejatinya, selain memberikan kemudahan transaksi jual beli, e-commerce diharapkan membantu pelaku usaha, khususnya UMKM dengan menjamin harga yang lebih murah, ketersediaan produk, akses logistik dan kemudahan akses pembiayaan.

Kemudahan-kemudahan itu ternyata dinikmati pemilik katering Dapoer Doro dari B2B marketplace Ralali.com. Sembari mengurus usaha katering, Priskila Lusiana (48 tahun) berjuang mengurus dua orang anaknya. Tanggungjawab sebagai kepala keluarga sekaligus ibu rumah tangga, dia lakoni sejak 2008. Terlebih sejak kecil anak keduanya mengidap sirosis, penyakit cedera hati yang terjadi dalam jangka waktu lama. “Suami saya sudah lama meninggal. Mau tidak mau saya harus menjalankan usaha katering, sambil merawat anak yang sakit,” ujar Lusiana di kediamannya, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Lusiana mengatakan, biasanya Ia berbelanja kebutuhan katering di pasar tradisional. Sampai suatu saat dia mengetahui bahwa di Ralali.com bisa berbelanja hanya dengan menggunakan telepon genggamnya. "Saya tidak perlu lagi ke pasar. Jadinya bisa menghemat, karena pesanan saya langsung di antar ke rumah saya,” kata Lusiana yang memiliki hobi memasak.

Lusiana mengaku sudah tiga tahun berlangganan di Ralali.com. Kebutuhan katering yang dibelanjakan, seperti ayam, daging, minyak, sayur-sayuran dan kebutuhan lainnya. Selain kemudahan logistik, Lusiana juga mendapatkan harga yang lebih murah dibanding dengan pasar tradisional, dengan selisih sekitar Rp10.000/Kg untuk daging ayam.

“Di pasar sudah ada langganan. Tapi tetap lebih murah belanja di sini (Ralali.com). Produk-produknya juga lebih fresh," aku Lusiana yang mengawali usahanya dengan menyebar brosur di sekitar Jakarta Barat.

Usaha kateringnya bisa dibilang belum begitu besar. Omset yang diraihnya berkisar Rp20 juta hingga Rp50 juta perbulan. Selama 11 tahun, Lusiana mengerjakan pesanan katering nasi kotak, prasmanan, katering harian, tumpeng, aneka makanan ringan dan pondokan. Dan yang memesan rata-rata dari keluarga, anak kost-an, kantor, bahkan pengusaha katering lainnya. “Namanya juga katering kecil-kecilan. Ya, tergantung orderan. Kadang yang pesan suka dadakan. Untungnya di Ralali.com bisa dibayar tunda,” kata Lusiana.

Sementara itu, Chief Operations Officer (COO) Ralali.com, Alexander Lukman mengungkapkan, Lusiana adalah salah satu contoh dari 300 ribu UMKM yang menjadi Sahabat (sebutan untuk buyer) Ralali.com.

Lukman menambahkan, Ralali mengambil peran sebagai marketplace yang mendukung usaha katering Lusiana agar tumbuh berkembang dan berkelanjutan. Dengan cara menyalurkan produk dengan harga grosir dan transparan, kualitas produk terbaik, kemudahan logistik serta akses pembiayaan melalui platform BIG Resto dan fintech Ralali.com.

“Banyak pelaku usaha yang berjuang merintis bisnisnya. Kami ingin berjuang bersama dengan UMKM di seluruh Indonesia. Kisah Lusiana menjadi penyemangat kami menghadirkan layanan terbaik bagi Lusiana dan sahabat Ralali.com lainnya,” pungkas Lukman. (Rin)

BERITA TERKAIT

MKP Komit Mendorong Industi Perikanan

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo komit untuk mendorong industri perikanan dalam memacu ekspor. Tapi industri perikanan…

Indonesia Bersinergi dengan Korea Kembangkan Industri Kreatif

NERACA Jakarta - Indonesia dan Korea Selatan berpeluang untuk menjalin kerja sama dalam upaya pengembangan industri kreatif. Langkah sinergi ini…

Industri Migor Berharap Tahun 2020 Produk Kemasan Dijalankan

NERACA Jakarta – Tahun 2020 sudah didepan mata. Pelaku industri minyak goreng (migor) yang tergabung dalam Gabungan Industri Minyak Nabati…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Bangun EBT Kementerian ESDM Butuh Investasi US$ 36,95 miliar

NERACA Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tidak main-main dalam meningkatkan  pembangkit energi baru terbarukan (EBT)…

Hannover Messe 2020, Peluang RI Tarik Investasi dan Kerjasama Teknologi

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengatakan Indonesia akan menjadi…

Dukung E-Commerce dan Logistik SLP Resmikan Cluster Persewaan Gudang dan Fasilitas Pabrik Modern

NERACA Karawang -  PT SLP SURYA TICON INTERNUSA (“SLP”) dan anak perusahaanya PT SLP INTERNUSA KARAWANG (“SLPIK”), entitas anak PT…