Alasan Ekspansi, Dividen Timah Turun Jadi 30%

PT Timah Tbk berencana membagikan dividen payout ratio tahun buku 2011 sekitar 30%. Hal ini disebabkan perseroan membutuhkan dana yang besar untuk pengembangan sepanjang tahun ini. "Biasanya kami selalu membagikan dividen 50%. Namun, kami mengharapkan bisa turun di bawah 40% atau paling tidak 30%," kata Direktur Utama Timah Wachid Usman di Jakarta, Rabu (11/4).

Dia menambahkan, sepanjang tahun ini perseroan akan mengalokasikan dana untuk investasi sekitar Rp1,4 triliun dari rencana semula sebesar Rp1,8 triliun. Penurunan investasi ini dikarenakan perseroan melakukan penundaan pengembangan mineral tanah jarang dan pengembangan aspal.

Dijelaskannya, penundaan pengembangan aspal ini disebabkan masih belum ditemukan jalan yang pas dari Sarana Karya dan Wijaya Karya. Sementara investasi untuk tahun ini adalah untuk pengadaan kapal keruk (bucket line dredger), peningkatan kualitas peleburan, pengembanga usaha ekstraksi kapal, serta penambangan di laut dan darat.

Menyinggung kinerja kuartal I-2012, dia mengakui volume produksi timah rendah disebabkan kondisi cuaca hujan dan industri timah dunia seperti Eropa baru selesai musim liburan."Biasanya di awal tahun, produksi Timah turun. Baru naik lagi pada kuartal II dan turun lagi di kuartal IV," ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar mengungkapkan perseroan berencana untuk menambah sejumlah kapal seperti lima unit kapal isap produksi (KIP) dan dua unit kapal BWD. Sebelumnya, lima KIP ini digunakan untuk pengolahan tambang bawah laut (offshore). Saat ini, Timah mengoperasikan 10 KIP. (bani)

Related posts