Pertumbuhan Ekonomi Dibayangi Ketidakpastian BBM

NERACA

Jakarta---Pemerintah Diminta segera mengesampingkan masalah BBM. Karena hal itu bisa mempengaruhi pertumbuhan perekonomian nasional. Ketidakpastian mengenai BBM bisa terselesaikan maka bukan tidak mungkin pertumbuhan perekonomian bisa meningkat lagi ke depannya. “Kita minta kepada presiden untuk segera selesaikan ketidakpastian. karena jika masalah ketidakpastian di ekonomi selesai maka ketidakpastian sosial dan politik pun akan selesai," kata Ketua KEN Chairul Tanjung di Jakarta,10/4

Menurut CT-panggilan akrabnya, ketidakpastian ekonomi tersebut mengakibatkan harga barang yang cenderung naik turun dan membuat pasar dalam negeri menjadi bergejolak. "Sekarang harga sudah naik turun dan hal itu menjadikan akselarasi pertumbuhan ekonomi kemarin karena isu-isu itu agak melambat dan itu seharusnya bisa dipercepat lagi. Ini yang sekarang dalam tahapan persiapan," jelasnya

Adapun yang dimaksud dengan ketidakpastian dalam ekonomi Indonesia adalah rencana-rencana pemerintah terkait energi, seperti hendak menaikkan harga BBM bersubsidi. Pasalnya, sebelum harga BBM benar-benar naik, harga kebutuhan pokok sudah merangkak naik terlebih dahulu.

Ditempat terpisah, Ekonom senior dari Lembaga Pengkajian Ekonomi dan Sosial Fakultas Ekonomi (LPEM) Universitas Indonesia, Arianto Patunru mengatakan tantangan tantangan besar dalam pembangunan Indonesia, salah satunya adalah menjamin agar keuntungan ekonomi yang diperoleh Indonesia dinikmati secara merata

Masalahnya saat ini, kata Arianto, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi masih belum menyentuh secara optimal. "Pemerintah dalam hai ini harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas, investasi yang lebih besar dibidang infrastruktur," paparnya

Pertumbuhan tinggi tersebut, lanjutnya, terbukti pada 2011, di mana Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%. Menurut Dosen FEUI ini, pertumbuhan ekonomi tersebut, merupakan yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir, didorong oleh kuatnya konsumsi dalam negeri. "Serta meningkatnya investasi dan naiknya nett ekspor," jelas dia.

Selain itu, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,7% dan menyumbang 2,7% dari total pertumbuhan ekonomi, namun investasi publik turun karena lemahnya pelaksanaan belanja modal. "Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tetap tinggi tahun ini dan tahun depan," terangnya

Berdasarkan analisa makro ekonomi, Arianto menyebutkan indeks kemiskinan di Indonesia turun menjadi 12,4% pada bulan September 2011 dari 13,3% pada bulan Maret 2010. Menurutnya tahun lalu tercipta 1,5 juta lapangan kerja dan kualitas pekerjaan meningkat dengan banyaknya tercipta lapangan kerja di sektor formal.

Sementara itu, Ekonomi Amerika Serikat dan Jepang menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat, dan zona euro juga menambah kecepatan tetapi tertinggal di belakang, OECD mengatakan Selasa.

Organisasi untuk Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan, mengatakan bahwa indikator komposit dari indikator-indikator terkemuka menunjuk ke sebuah "titik balik potensial dalam kegiatan ekonomi di wilayah euro dan memperoleh kembali momentum di negara besar lainnya." Indikator individu untuk Jepang dan Amerika Serikat "terus menunjukkan tanda-tanda kuat memperoleh kembali momentum dalam kegiatan ekonomi," kata OECD.

Tanda-tanda dari titik zona euro untuk "sebuah titik balik potensial tetapi dengan divergen penilaian untuk empat negara utama Eropa," katanya.

Data untuk Italia dan Prancis menunjukkan "kegiatan ekonomi lamban yang berkelanjutan" tetapi Jerman dan Inggris terus menunjukkan tanda-tanda "perubahan positif dalam momentum tetapi ini lebih lemah dari penilaian bulan lalu".

Mengomentari negara berkembang terkemuka, di luar wilayah OECD dari negara-negara kaya, pihaknya mengatakan bahwa Brazil, India, Rusia dan khususnya China menunjukkan "sinyal positif lebih kuat" dari sebulan yang lalu. **bari/cahyo

Related posts