Geliat Bisnis Obat Kalbe Farma Makin Menggurita - Lagi, Bikin Anak Usaha Baru

NERACA

Jakarta – Genjot pertumbuhan dan ekspansi bisnis, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) bersama dengan PT Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT) sepakat mendirikan anak usaha yakni PT Emos Global Digital. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan bersama EPMT

mendirikan perusahaan baru bernama PT Emos Global Digital dengan modal dasar sebesar Rp50 juta dengan nilai nominal Rp1 juta per saham.

Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 50% atau sejumlah Rp25 juta masing-masing dengan bagian kepemilikan oleh KLBF senilai Rp16,25 juta (65%) dan EPMT sejumlah Rp8,75 juta (35%)."Tidak ada dampak kejadian, informasi, atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik,"kata Corporate Secretary Kalbe Farma, Bernadus Karmin Winata.

Sebagai informasi, Enseval Putera Megatrading merupakan entitas anak dari Kalbe Farma dengan kepemilikan saham 92,47% per 30 September 2019. Perseroan bergerak di bidang distribusi obat-obatan, barang konsumsi, peralatan keseharan, kosmetik, dan barang dagang lainnya. Belum lama ini, Kalbe Farma juga membentuk cucu usaha, Kalbe Lanka (Pvt) Ltd yang berdomisili di Sri Lanka. Disebutkan, cucu usaha tersebut didirikan oleh Kalbe International Ltd. (KI) dan PT Dankos Farma (DF) merupakan perusahaan yang sahamnya 100% dimiliki oleh perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pada 24 Oktober 2019, KI dan DF sepakat untuk mendirikan perusahaan baru bernama Kalbe Lank (Pvt) Ltd. Adapun, total keseluruhan modal disetor dan modal ditempatkan sejumlah US$600 ribu dengan bagian kepemilikan KI sejumlah US$594.000 (99%) dan DF sejumlah US$6.000 (1%). Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius pernah bilang, pendirian Kalbe Lanka tersebut sebagai strategi penetrasi penjualan ekspor di Sri Lanka. Dari segi pendapatan, Vidjongtius belum bisa menjelaskan secara detail kontribusinya terhadap Kalbe Farma."Baru mulai, jadi belum besar,”tuturnya.

Selain melakukan ekspansi ke Srilanka, Kalbe Farma tengah membangun pabrik baru di Myanmar guna mendukung pengembangan pasar ekspor. Disebutkan, pabrik baru ini akan menampung kapasitas produksi obat OTC dan obat resep untuk kawasan Myanmar dan sekitarnya. "Pabrik yang di Myanmar akan cukup untuk menampung kebutuhan ekspor obat OTC dan resep untuk enam sampai tujuh tahun ke depan," ujar dia.

Dengan adanya pabrik ini, perseroan berharap bisa meningkatkan kontribusi penjualan ekspor menjadi 10% dalam lima tahun mendatang. Sedangkan saat ini, kontribusi penjualan ekspor terhadap total penjualan baru 5%. Vidjongtius mengungkapkan, perseroan membangun pabrik di Myanmar dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar. Pabrik baru ini ditargetkan akan beroperasi secara komersial pada tahun 2021.

Selain bekerja sama dengan Myanmar, Kalbe Farma juga memiliki banyak kerja sama dengan negara lain. Dia mengungkapkan, Kalbe Farma bekerja sama dengan mitra dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan negara-negara di Eropa terkait lisensi produk baru, transfer teknologi produksi baru dan kerja sama riset. Tercatat sejak awal tahun hingga September 2019, KLBF telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun dari total rencana capex tahun ini Rp 1 triliun - Rp 1,5 triliun. Kebanyakan belanja modal terserap untuk kelanjutan pembangunan pabrik dan gudang demi perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…