LinkAja Fasilitasi Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan

NERACA

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menjalin kerja sama dengan PT Finnet Indonesia sebagai biller aggregator (Aggregator Pembayaran Tagihan), LinkAja untuk mempermudah pembayaran iuran jaminan sosial untuk Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Perlindungan BP Jamsostek pada dasarnya mencakup tiga jenis kepesertaan, yaitu Penerima Upah (PU), BPU, dan PMI. Namun untuk saat ini layanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi LinkAja adalah pembayaran BP Jamsostek bagi peserta BPU dan PMI. BPU adalah setiap pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri, seperti Pedagang, Pengendara Ojek, Petani, dan lain sebagainya. Sedangkan PMI adalah setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia.

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa pembayaran melalui aplikasi LinkAja hanya dapat dilakukan oleh peserta yang telah terdaftar. Jika belum mendaftarkan diri, peserta BPU cukup melakukan pendaftaran online mandiri di situs https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/bpu, sedangkan untuk PMI yang berada diluar negeri dapat mendaftar melaui https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/migran.

Direktur Utama Finnet Indonesia Paulus Djatmiko percaya layanan yang ditawarkan LinkAja ini mampu memberikan kemudahan bagi nasabah BP Jamsostek. “Dengan menggunakan LinkAja, cara pembayaran iuran jadi mudah, cukup dari handphone saja para pekerja tersebut telah tercover.” tutur Paulus saat penandatanganan kerjasama di Jakarta, Rabu (13/11).

Pihaknya mengakui masih banyak pekerja BPU yang tidak membayar iuran BP Jamsostek karena ketidaktahuan cara membayar. Selain itu, kata Paulus Finnet akan aggressive membantu Lembaga-lembaga yang terkait dengan layanan publik yang berkaitan dengan finansial. Disini Finnet hadir sebagai penyelenggara pembayaran digital yang telah terkoneksi dengan banyak channel. “Kami siap mensupport apa yang dibutuhkan oleh BPJAMSOSTEK dalam mensosialisasi karena kami memiliki tujuan yang sama yaitu menjadi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Finnet telah ditunjuk menjadi aggregator BP Jamsostek sejak 31 Maret 2016. Sampai saat ini Finnet telah terhubung dengan mitra modern channel, perbankan, dan yang paling baru ini dengan Link Aja. “Kerja sama ini mampu memberikan dampak positif kepada pekerja dan juga perekonomian Indonesia," kata dia.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan/ BP Jamsostek Krishna Syarif, menyampaikan BP Jamsostek sangat mendukung adanya kerja sama pembayaran iuran menggunakan LinkAja. "Kami melihat salah satu solusi terbaik bagi peserta BPJAMSOSTEK agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah dengan memberikan kemudahan-kemudahan, khususnya terkait pendaftaran dan pembayaran iuran," katanya.

Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengatakan kehadiran menu pembayaran digital BP Jamsostek pada aplikasi LinkAja merupakan salah satu komitmen untuk dapat menjawab tantangan utama di bidang pembayaran digital, yaitu kebiasaan masyarakat dalam menggunakan uang tunai dan akses terhadap layanan keuangan yang masih terbatas.

Dengan adanya layanan terbaru yang memudahkan pelanggan BP Jamsostek dalam membayar tagihannya, diharapkan dapat menjadi bagian dari edukasi kami untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan uang tunai menjadi uang elektronik. "Kami juga akan terus berupaya mengoptimalkan jangkauan ke seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan layanan keuangan yanaman, mudah, dan nyaman," kata Danu.

Pengguna dapat melakukan pembayaran BP Jamsostek melalui aplikasi LinkAja dengan cara memilih menu lainnya dalam halaman utama, lalu pilih layanan Keuangan, kemudian pilih fitur Asuransi, selanjutnya masukkan 16 digit NIK bagi peserta BPU atau 16 digit ID Billing bagi PMI. Khusus PMI, pembayaran dapat dilakukan dimana saja selama masih menggunakan nomor Indonesia. LinkAja pun menyediakan promo cashback sebesar 30% bagi para pengguna untuk pembayaran BPJS Kesehatan dan BP Jamsostek hingga tanggal 30 November 2019.

BERITA TERKAIT

Pemerintah dan Pelaku Usaha Siap Sukseskan Expo 2020 Dubai

    NERACA   Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus bersiap mengikuti Expo 2020 Dubai, yang akan berlangsung…

Luhut Tegaskan Harga Avtur Harus Turun

        NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan harga avtur…

Gaet Amandari Batik, PLN Perkenalkan Inovasi Membantik

    NERACA   Jakarta – PT PLN (Persero) bersama dengan Gallery Amandari Batik menggelar acara bertajuk The Story of…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Beras Bulog Terancam Dibuang, HPP Perlu Dievaluasi

      NERACA   Jakarta - Pemerintah perlu mengevaluasi penerapan Harga Pembelian pemerintah (HPP) beras. Rendahnya HPP menjadi permasalahan…

Pameran Manufacturing Indonesia 2019 Series Dukung Implementasi Industri 4.0

      NERACA   Jakarta - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka Pameran Manufacturing Indonesia 2019 series yang diselenggarakan pada…

Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Kunci Hindari Middle Income Trap

NERACAJakarta - PT Mandiri Sekuritas menilai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan merupakan kunci untuk menghindari jebakan pendapatan menengah…