Allianz Catatkan Total Premi Rp 7,48 Triliun - Ditopang Sektor Asuransi Jiwa

Neraca

Jakarta - PT Allianz Indonesia mencatatkan perolehan premi bruto per akhir Desember 2011 sebesar Rp 7,48 triliun atau tumbuh sekitar 37,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu tercatat hanya sebesar Rp 5,45 triliun.

Chief Executive Officer PT Allianz Life Indonesia (ALI), Joachim Wessling mengatakan, pertumbuhan premi perseroan seiring dengan peningkatan jumlah nasabah, “Allianz Utama Indonesia (AUI) dan ALI melayani lebih dari 2 juta tertanggung dan pencapaian premi bruto yang meningkat signifikan turut berdampak positif pada pencatatan aset mencapai Rp 16,22 triliun,”katanya di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurutnya, pertumbuhan premi Alliaz dihimpun dari perolehan premi Allianz utama Indonesia yang mencatat penurunan sebesar Rp 7,59% menjadi Rp 699,48 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp 756,93 miliar.

Sedangkan perolehan gross written premium (GWP/pertumbuhan premi) Allianz Life Indonesia sebesar Rp 6,78 triliun tumbuh sekitar 44,5% dari Rp 4,69 triliun. Dia menjelaskan, pertumbuhan terjadi karena stimulus dari peningkatan premi dari Group Life dan savings sebesar Rp 89,8% menjadi Rp 2,60 triliun.

Sementara itu, pertumbuhan turut ditopang oleh bisnis asuransi jiwa individu dengan peningkatan sebesar 28,2% menjadi Rp 3,75 triliun dan asuransi kesehatan dengan peningkatan sebesar 7,4% menjadi Rp 422,23 miliar. “Komitmen kami dalam memperkuat bisnis ritel di Allianz Life dan Alianz Utama tercermin dari kontribusi premi yang berasal dari bisnis asuransi jiwa individu, sebesar 55,3% untuk asuransi jiwa dan 67% untuk bisnis asuransi motor dan bisnis properti di asuransi umum,”ungkapnya.

Dia menuturkan, peningkatan saluran distribusi ritel Allianz Utama turut berimbas pada peningkatan kontribusi premi yang berasal dari saluran distribusi keagenan mencapai Rp 220,88 miliar dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 173,19 miliar.

Kemudian bisnis motor dan properti tetap menjadi dua lini bisnis utama penghasil premi dengan kontibusi sekitar 34,1% untuk bisnis motor dan kontribusi sekitar 32,8 % untuk bisnis properti. “Kami akan mengubah distribusi dan pelayanan fokus pada bisnis ritel karena kondisi pasar Indonesia juga menjanjikan,” paparnya.

Kemudian pembayaran klaim dan manfaat Allianz Life tercatat sebesar Rp 2,66 triliun pada akhir 2011. Laba sebelum pajak tetap berada pada level pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni sekitar 22,8% atau sebesar Rp 363,9 miliar dibandingkan dengan pertumbuhan ditahun 2010 yang hanya tercatat sebesar Rp 296,16 miliar.

Selanjutnya, total aset kelolaan Allianz Life naik sebesar Rp 14,83 triliun atau meningkat sekitar 36,3% dibanding pencatatan tahun sebelumnya sebesar Rp 10,88 triliun. Saat ini jumlah keagenan lebih dari 10 ribu dan tersebar di seluruh Indonesia. (Maya)

Related posts