Korindo Mengancam Untuk Mengubur Kebenaran

Forest Stewardship Council (FSC), Dewan Sertifikasi Global untuk pengelolaan hutan secara bertanggung jawab, menjadwalkan untuk merilis kesimpulan dari temuan-temuan investigasi selama dua tahun terhadap Grup Korindo, konglomerat logging dan minyak sawit Korea - Indonesia yang terkenal memiliki reputasi buruk, pada 5 September 2019.

Tetapi, Mighty Earth diberitahukan oleh FSC bahwa publikasinya akan ditunda tanpa waktu yang pasti setelah menerima ancaman hukum yang kurang jelas dari Korindo, termasuk sebuah surat "cease and desist" (Surat Perintah Penghentian). Phil Aikman, Direktur Kampanye Mighty Earth menyatakan bahwa Korindo menggunakan cara ancaman hukum untuk mengubur temuan-temuan dan menyembunyikan bukti-bukti dari FSC atas tindakan-tindakan penyimpangan mereka. "Hal tersebut bukanlah merupakan tindakan dari pihak yang tidak bersalah". Dengan Korindo menggunakan taktik pem"bully"an membuktikan bahwa mereka menyembunyikan sesuatu,”ungkapnya di Jakata, kemarin.

Investigasi yang didorong dari aduan Mighty Earth menyimpulkan bahwa Korindo telah mencemoohkan 'Policy for Association' dari FSC dengan melanggar hak-hak pribumi, melakukan pemanfaatan hutan dan merusak daerah-daerah penting Konservasi Bernilai Tinggi atau High Conservation Value (HCV). Selama ini bertahun-tahun Korindo telah menggunakan label 'Eco-Forestry' untuk menutupi praktek-praktek destruktifnya. Korindo menjual kayu, plywood, pulp, biomass, dan kertas koran kepada Asia Pulp & Paper (Indonesia), Sumitomo Forestry (Jepang), Marubeni (Jepang) dan New Corps Australia.

BERITA TERKAIT

Sunson Textile Targetkan Laba Rp2,8 Miliar

Hingga akhir tahun 2019, PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) menargetkan laba bersih sebesar Rp2,9 miliar. Perseroan dalam siaran persnya…

Bekasi Fajar Raih Pinjaman 3,9 Miliar Yen

Danai fasilitas kredit berdominasi yen, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) melakukan perjanjian fasilitas kredit sebesar 3,9 miliar yen.…

Kontrak Baru WSBP Capai Rp 5,9 Triliun

Per November 2019, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan Nilai kontrak baru sebesar Rp 5,9 triliun, naik 21%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…