Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik - Danai Pembelian Tanah

NERACA

Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan menawarkan sebanyakbanyaknya 276.666.800 saham biasa atas nama atau sebesar 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sesuai rencana, sekitar 37% atau maksimal sebesar Rp 14.7 miliar akan digunakan untuk pembayaran sisa harga pembelian tanah dan bangunan. Sekitar 30% akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan seperti pembelian mesin baru, instalasi fasilitas produksi dan pembelian perlengkapan, serta peralatan yang diperlukan terkait rencana pembelian mesin baru sehubungan dengan peningkatan produksi. Sedangkan sisanya sekitar 33% dialokasikan untuk modal kerja perseroan seperti pembayaran gaji, pembelian bahan material, dan kegiatan operasional lainnya.

Saat ini, perseroan memproduksi produk brake pad, brake shoe untuk kendaraan bermotor dan suku cadang kereta api. Untuk sepeda motor, kapasitas produksinya sebanyak 14.100 set brake shoe dan 309.000 set brake pad per bulan. Sedangkan untuk mobil, kapasitas produksi per bulan sebanyak 10.700 set brake pad, kereta api sebanyak 4.300 unit pedestal, 550 unit wear plate, 650 unit centerliner, 4.300 unit bolster, 5.100 unit break shoe, dan heavy duty/Truk sebanyak 1.800 set lining.

Perseroan sedang berada dalam fase pengembangan ke industri suku cadang kereta api, yang mampu menyediakan suku cadang berkualitas internasional dengan harga lokal yang bersaing. Perseroan telah melakukan uji coba brake shoe kereta api untuk PT KAI. Selain itu, Perseroan sedang dalam proses pembicaraan prospek sebagai pemasok suku cadang kampas rem KAI dan MRT.

Di sisi lain, perseroan sedang memulai negosiasi memasok kampas rem dan plat kopling kendaraan bermotor kepada sebuah perusahaan armada transportasi terbesar di Indonesia. Adapun saat ini, Perseroan sudah memulai pasokan kampas rem untuk kendaraan berat berupa truk tambang. Hingga 31 Mei 2019, pendapatan usaha perseroan mencapai Rp 10,03 miliar. Sedangkan pendapatan usaha sepanjang 2018 sebesar Rp 7,6 miliar dan 2017 sebesar Rp 2,7 miliar.

Sebagian besar pendapatan usaha perseroan dikontribusi oleh penjualan dari suku cadang kereta api, yang tampak tumbuh secara signifikan sejak 2017 sebesar 3,72% menjadi 54,96% per 31 Mei 2019. Adapun total aset perseroan per 31 Mei 2019 senilai Rp 33,47 miliar, total liabilitas Rp 12,49 miliar, dan total ekuitas Rp 20,98 miliar.

Kegiatan usaha perseroan juga ditopang oleh prospek ekonomi nasional dan industri otomotif. Pada kuartal I-2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,07%, lebih tinggi dibandingkan pencapaian kuartal I-2018 yang sebesar 5,01%. Peningkatan PDB Indonesia yang disusul dengan peningkatan daya beli masyarakat menyebabkan permintaan akan barang dan jasa juga meningkat. Indonesia adalah negara dinamis yang ditandai dengan potensi ritel yang kuat.

Hal ini sejalan dengan kinerja industri otomotif yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2018, Indonesia mencatat produksi kendaraan bermotor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong industri otomotif nasional guna meningkatkan jumlah ekspor kendaraan bermotor.

Asal tahu saja, bila tidak aral melintang pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2019, masa penawaran umum dijadwalkan pada 28-29 November 2019 dan penjatahan pada 2 Desember 2019. Pada aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…