Rekreasi Kuliner Malam di Kota Jakarta

NERACA

Rutinitas masyarakat Jakarta memang sudah Teramat padat. Sebagian wilayah sudah menjadi langganan kemacetan setiap harinya, sampai saat ini belum ada yang bisa menangani kesemerautan kemacetan di Jakarta, sebagian lagi coba menyalahkan kendaraan yang terus bertambahnya setiap harinya, dan hal ini tidak diimbangi oleh jalan-jalan yang bertambah, sebagian jalan pun semakin sempit termakan separator jalur busway.

Menyusuri Ibu Kota pada malam hari memang menjadi pilihan yang tepat saat ini. Selain terhindar dari kemacetan Ibu Kota yang kejam, memilih menyusuri Ibu Kota pada malam hari pun tidak perlu takut kepanasan. Disebagian tempat di Jakarta memang banyak beralih fungsi dan menjadi ramai. Karena rutinitas masyarakat Jakarta yang sangat padat, akhirnya sebagian orang memilih dan hanya bisa berpergian, sekedar kongko-kongko atau berekreasi kuliner pada saat malam hari selepas bekerja.

Bermacam-macam etnis yang ada di Jakarta pun membuat budaya yang ada dijakarta semakin beraneka ragam. Keaneka ragaman inilah yang akhirnya membuat indah sebagian sudut-sudut Ibu Kota ini, dengan keaneka ragaman kulinernya yang ada tentunya. Ada beberapa jalan di kawasan Ibu Kota ini yang menjadi ramai saat malam tiba dengan kuliner-kuliner yang beraneka ragam dan tentunya sangat menarik selera, salah satunya di kawasan Jalan Hayam Wuruk dan Pecinan , Jakarta Pusat. Di sana, berjajar beragam warung makan pinggir jalan di depan pelataran rumah toko.

Tempat rekreasi kuliner ini buka setiap malam mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Semakin malam, kawasan itu kian ramai. Makanan yang ditawarkan pun tidak main-main, beragam kuliner disuguhkan disini, dari makanan khas china, makanan laut hingga makanan lesehan ala Malioboro Yogyakarta. Salah satu kuliner yang terkenal disini ialah tahu pong, tahu garing yang dalamnya kopong ini adalah makanan khas Semarang, lebih enak lagi kalo disantap bersamaan dengan sambel petisnya.

Bubur Pontianak juga menjadi kuliner yang sangat dicari disini, selain rasa ayamnya yang menyatu dengan bubur, bubur ayam disini juga diberikan taburan potongan cakwe yang menambahkan kenikmatan bubur ini. Ada pula ayam goreng dan bakar, seafood, serta nasi uduk juga tersedia di warung dan tenda sepanjang emperan jalan itu. Cukup mengeluarkan Rp 10.000 hingga 15.000 per orang, sudah makan dan minum sepuasnya. Bila tidak terbiasa makan di emperan jalan, Anda pun bisa menikmati makanan seafood dan bakmi di restoran dan rumah di jalan itu.

Tidak ketinggalan pula roti bakar, tempat ini menjadi tempat favorit bagi anak muda karena ikut menyajikan berbagai jenis kuliner yang kekini-kinian atau biasa dikatakan gaul, seperti aneka waffle dan crepes. Harga penganan dan minuman ini cukup murah, mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 20.000, yang menyukai olahan kuliner khas India, roti cane dan warung Martabak India buatan sepasang suami istri keturunan India pun hadir dilokasi ini.

Jakarta memang melihatkan semangatnya yang tidak henti-hentinya walau malam telah tiba, sepertijalan Jaksa terus ramai saat malam tiba, tempat ini pun menjadi primadona wisatawan asing. Rekreasi kuliner pun tidak berhenti sampai disini saja, tidak jauh dari Hayam Wuruk kita juga dapat jumpai salah satu tempat rekreasi kuliner selanjutnya, tepatnya di Jalan Pecenongan, aneka makanan pun ikut dihadirkan disini. Menunya juga variatif. Salah satu yang terkenal ialah kedai martabaknya. Bukan sembarang martabak, karena porsinya besar dan rasanya yang bermacam-macam.

Martabak yang yang sudah berdiri sejak 1970 itu menjual martabak manis dan martabak telur, untuk yang martabak telur berisi daging cornet ayam, daging cornet sapi, daging cornet tuna sampai sayuran jamur. harganya mulai Rp 30.000 hingga Rp 90.000, di sini tersedia dari kedai tenda, kaki lima sampai restoran mewah pun ada. Masakan Chinese Food, seafood dan tradisional Indonesia pun banyak ditemukan di sini. Disisi sepanjang jalan Pecenongan memang telah di atur untuk wisata kuliner di malam hari, dimana pada siang harinya tempat ini lebih dikenal sebagai pusat penjualan mobil dengan di Jalan Batu Tulis.

Memang banyak sekali kalau harus disebutkan semua tempat rekreasi kuliner pada malam hari dijakarta. Untuk jakarta selatannya saja ada Blok S, Blok S sendiri memang sudah terkenal sebagai pusat jajanan sejak 1980-an. Lokasinya berada di Jalan Birah II dan III di dua sisi pinggiran lapangan bola.Tempat makan yang berderetan di sisi luar lapangan sepak bola ini menyajikan makanan dari mulai es campur, steak, bakso, sate ayam, nasi goreng sampai gado-gado.

Bergeser lagi sedikit agak ketengah ada Tebet yang masih Jakarta Selatan juga. Di Tebet sudah tak terhitung lagi, disini memang menjadi tempat berwisata dan berekreasi yang tepat bagi pencinta kuliner, pilihan kulinernya pun banyak dan mudah dicari, karena biasanya terfokus pada satu deretan. Untuk pencinta seafood munkin Bandar Jakarta menjadi pilihan yang tepat, selain banyak pilihan menu seafoodnya dan masih segar, Bandar Jakarta pun masih dalam kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara, jadi bisa menjadi tempat rekreasi kuliner malam hari yang menarik dan tepat.

Untuk jakarta timur sendiri sangat banyak juga tempat rekerasi kuliner, salah satunya adalah kawasan cijantung. Dikawasan cijantung ini banyak berdiri pedagang kaki lima, tenda sampai restoran. Rekreasi kuliner malam hari sendiri tidak hanya menitik beratkan kepada kulinernya saja, namun lokasi dan suasana lokasi pun sangat penting, perpaduan lokasi dan santapan kuliner yang tepat akan sangat penting, jadi pemilihan lokasi dan santapan saat rekreasi kuliner malam hari menjadi hal yang sangat penting, tentunya setiap orang memiliki selera dan tempat favorit yang berbeda-beda.

Related posts