Saham KAYU Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Lantaran telah terjadinya penurunan harga saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) di luar kewajaran, kini perdagangan saham KAYU masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau kategori saham berstatus unusual market activity (UMA). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Bursa telah meminta konfirmasi kepada perusahaan tercatat pada 5 September 2019. Selanjutnya perusahaan tercatat telah memberikan penjelasan atas volatilitas pada 10 September 2019. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Informasi terakhir mengenai perseroan adalah informasi pada 1 November 2019 terkait pemberitahuan pemanggilan rapat umum pemegang saham luar biasa.

Sehubungan dengan terjadinya unusual market activity (UMA) atas saham KAYU tersebut, saat ini Bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sebagai informasi, pada perdagangan 2 September 2019, saham KAYU ditutup pada level Rp458 atau melemah 16,73% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Saham KAYU kembali terkoreksi hingga ke level Rp264 pada penutupan perdagangan 4 September 2019. Pada perdagangan Jumat (8/11), saham KAYU ditutup pada level Rp81 atau melemah 29,57% dari harga penutupan perdagangan sebelumnya. Dengan demikian, saham KAYU telah terkoreksi 46% dari harga IPO sebesar Rp150 per saham pada 4 Juli 2019.

Tahun ini perseroan mengincar penjualan bersih Rp64 miliar atau naik 70,12% dibandingkan dengan realisasi 2018 sebesar Rp37,62 miliar. Sementara itu, laba bersih yang diincar sebesar Rp3,6 miliar, dua kali lipat dari realisasi 2018 sebesar Rp1,8 miliar.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRE Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20%

NERACA Jakarta –Tahun depan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) memproyeksikan raihan proyek baru akan tumbuh 20% dibanding tahun ini. Tercatt…

Berikan Layanan Nasabah Korporasi - Maybank Sediakan Cash Collection Solution

NERACA Jakarta – Guna meningkatkan layanan kepada nasabah korporasi, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memberikan cash collection solution,…

Kejar Pertumbuhan Investor - BEI Gandeng Lima Influencer Sosial Media

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan jumlah investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menggelar sekolah pasar modal.…