Bank NTT Siap Jadi Bank Devisa pada 2021

NERACA

Kupang - Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menargetkan pada 2021 Bank NTT milik pemerintah Nusa Tenggara Timur telah berstatus sebagai bank devisa sehingga menjadi bank dengan kegiatan usaha dalam valuta asing. "Pada tahun 2021 kami targetkan Bank NTT sudah menjadi bank devisa, sehingga kami terus berusaha agar pada 2019 dan 2020 bank NTT tetap menjadi bank yang sehat dengan menjalankan fugsi secara baik sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat NTT," kata Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi di Kupang, Kamis (7/11).

Menurut dia, para pemegang saham memberikan target terhadap para direksi untuk menjadikan Bank NTT sebagai Bank Devisa. Ia mengatakan pembenahan sumber daya manusia dan sistem teknologi perbankan yang lebih moderen terus dilakukan Bank NTT sebagai upaya memperkuat struktur pengelolaan bank devisa. "Kami telah mulai melakukan pembenahan sehingga target kami menjadikan Bank NTT sebagai bank devisa bisa terwujud pada 2021 nanti sesuai target Gubernur NTT, Viktor Laiskodat," kata Izhak Eduard Rihi.

Ia mengatakan Bank NTT telah membangun beberapa tempat money changer di beberapa daerah yang memiliki mobilitas penduduk dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi seperti di Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dan Rote, Kabupaten Rote Ndao. "Kami akan upayakan untuk membuka cabang Bank NTT di Timor Leste apabila sudah menjadi bank devisa," kata Izhak Eduard Rihi. Bank NTT juga menargetkan pada 2023 sudah menjadi perusahaan terbuka atau go public.

Bank NTT juga tengah mempersiapkan aplikasi NTT Pay untuk menggantikan aplikasi M-Bankingnya yang selama ini sudah digunakan. Izhak mengatakan ada beberapa keunggulan yang didapat dalam aplikasi NTT Pay itu. "Pada aplikasi tersebut akan ada transaksi perbankan juga, seperti pembukaan rekening baru. Jadi nasabah tak harus ke teller untuk membukanya, " katanya.

Selain itu keunggulan lainnya adalah nasabah bisa juga membayar jika melakukan transaksi pembelian dalam jaringan seperti toko-toko daring, pembayaran untuk penyewaan kamar hotel bisa dilakukan melalui aplikasi itu. Disamping itu pemegang aplikasi tersebut juga dimudahkan dalam hal pembelian jarak jauh untuk pilihan komoditi NTT. Sehingga para pembeli cukup membelinya daru tempat pembeli itu berada. "Misalnya ada orang yang ingin membeli produk unggulan NTT, si pembeli tidak perlu lagi ke Kupang, tetapi cukup dilakukan melalui aplikasi saja," tambah dia.

Tetapi kata dia proses pembiayaan itu akan langsung diberikan kepada UMKM. Artinya bahwa UMKM akan mendapatkan keuntungan banyak dari aplikasi ini. Bahkan kedepan, kata Izakh, diharapkan produk ini bukan menjadi produk Bank NTT tetapi menjadi produk Pemda. "Target kami adalah kelak produk unggulan itu sudah menjadi produk unggulan Pemda bukan lagi Bank NTT," tambah dia.

BERITA TERKAIT

Jadi Pesaing Bank, Bunga Fintech Masih Tinggi

    NERACA   Jakarta – Hadirnya perusahaan-perusahaan Financial Technology (Fintech) di industri jasa keuangan cukup diterima oleh masyarakat luas.…

Fintech ALAMI Raih Pendanaan dari 4 Investor Multinasional

    NERACA   Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah ALAMI mengumumkan komitmen pendanaan dengan empat…

Bank Muamalat Salurkan Pembiayaan ke Supplier Barata Indonesia

    NERACA   Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melakukan kerja sama Supply Chain Financing (SCF) dengan PT…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jadi Pesaing Bank, Bunga Fintech Masih Tinggi

    NERACA   Jakarta – Hadirnya perusahaan-perusahaan Financial Technology (Fintech) di industri jasa keuangan cukup diterima oleh masyarakat luas.…

Fintech ALAMI Raih Pendanaan dari 4 Investor Multinasional

    NERACA   Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah ALAMI mengumumkan komitmen pendanaan dengan empat…

Bank Muamalat Salurkan Pembiayaan ke Supplier Barata Indonesia

    NERACA   Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melakukan kerja sama Supply Chain Financing (SCF) dengan PT…