Dunlop Siap Bangun Pabrik Ban Pesawat di Indonesia

NERACA

Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut produsen ban asal Inggris Dunlop Aircraft Tyre UK siap membangun pabrik ban untuk pesawat terbang di Indonesia dengan nilai Rp1 triliun.

“Dunlop mau investasi di Indonesia untuk membangun fasilitas ban vulkanisir khusus untuk pesawat pada tahap awal. Jadi komponen pesawat itu sangat delicate, dan Dunlop memiliki kapabilitas untuk ini,” kata Menperin di Jakarta, disalin dari Antara.

Menperin menyampaikan hal tersebut usai menerima kehadiran Gordon Roper, CEO Dunlop Aircraft Tyre UK didampingi Bapak Harianto, CEO & Owner PT Rubberman Indonesia di Jakarta.

Menurut Agus, Dunlop akan menggandeng produsen karet vulkanisir PT Rubberman Indonesia untuk merealisasikan rencana investasinya tersebut. Fasilitas untuk memproduksi ban vulkanisir tersebut akan dibangun selama 18 bulan hingga akhirnya dapat beroperasi.

Setelah itu, Dunlop akan melanjutkan pembangunannya untuk fasilitas produksi ban pesawat baru. “Awalnya untuk membangun fasilitas ban vulkanisir, kemudian dilanjutkan dengan membangun produksi ban pesawat baru. Semuanya khusus untuk komponen pesawat,” ujar Menperin.

Menurut dia, rencana investasi Dunlop tersebut merupakan signal bahwa Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah kelesuan manufaktur dan perekonomian global. Indonesia, lanjutnya, memiliki nilai lebih dari sisi potensi pasar di dalam negeri, yang sekaligus juga merupakan terpenting dari negara-negara di kawasan. “Ini membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara tujuan investasi perusahaan multinasional,” ujarnya.

Masuknya Dunlop dinilai sejalan dengan pertumbuhan industri pesawat terbang yang angkanya mencapai 6 persen setiap tahun. Ke depan, Dunlop diprediksi mampu menarik pasar Singapura, Malaysia dan sekitarnya untuk mau memproduksi ban pesawatnya di Indonesia.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui beberapa upaya strategis. Misalnya, memberikan kemudahan izin usaha serta memfasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal.

"Dengan adanya investasi masuk, kita akan bisa memperkuat struktur industri manufaktur di dalam negeri. Dari investasi itu juga bisa memacu produktivitas dan menghasilkan produk substitusi impor,” kata Menperin.

Agus menyampaikan, untuk menggenjot daya saing industri nasional diperlukan pula perbaikan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Selain itu, dukungan ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia kompeten, dan suplai energi yang cukup dengan harga yang kompetitif.

Di samping itu, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan untuk melakukan transformasi sektor manufaktur di dalam negeri supaya mampu menghadapi perkembangan era industri 4.0. Implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 diyakini akan membangkitkan kembali industri manufaktur di Tanah Air.

“Dengan pemanfaatan teknologi industri 4.0, akan mendorong peningkatan produktivitas sektor industri secara lebih efisien. Hal ini karena telah terbangunnya konektivitas melalui teknologi digital. Misalnya, menggunakan internet of things atau artificial intelligence,” paparnya.

Kemudian, Pemerintah juga berupaya memperluas akses pasar ekspor untuk industri manufaktur sebab selama ini produk pengolahan nonmigas menjadi andalan dalam pencapaian nilai ekspor nasional. “Misalnya, kita perluas pasar ekspor ke negara-negara potensial seperti di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika,” sebut Agus.

Menperin menambahkan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, pemerintah memprioritaskan pengembangan lima sektor manufaktur yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kelima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. “Tidak hanya menyasar kepada sektor skala besar saja, kami juga tetap memprioritaskan pada pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) yang juga menunjukkan geliat yang baik untuk berperan meningkatkan pertumbuhan sektor industri manufaktur,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Terus Pertajam Strategi Peningkatan SDM Industri

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang industri. Langkah strategis tersebut…

Kemenperin Ingin Hidupkan Kembali Peran Koperasi Industri Kreatif

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mendukung penguatan peran koperasi sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. Langkah strategis yang didorong, antara…

Niaga Energi - Kekhawatiran Kelebihan Pasokan 2020 Meningkat, Harga Minyak Turun

NERACA Jakarta – Harga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena sedikit kemajuan pada negosiasi perdagangan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industrialisasi - Genjot Hilirisasi Sumber Daya Alam Untuk Masuk Rantai Pasok Global

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan optimistis Indonesia akan masuk dalam rantai pasok global…

Revisi PP 109/2012 Dinilai Ancam Industri Tembakau

NERACA Jakarta – Pelaku usaha di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) nasional menyatakan penolakan terhadap usulan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk…

Kemenperin Fokuskan Pemberian KUR Kepada IKM Penghasil Substitusi Impor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian akan terus memfasilitasi lebih banyak program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan kepada pelaku industri…