Kejagung Ajak Generasi Milenial Sadar Hukum

Kejagung Ajak Generasi Milenial Sadar Hukum

NERACA

Padang - Kepala Bidang Media dan Kehumasan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Willy Ade Chaidir mengajak generasi muda atau yang populer disebut milenial untuk memiliki kesadaran hukum dalam hidup berbangsa dan bernegara.

"Secara keseluruhan yang diharapkan adalah negara lebih kuat, salah satu faktor pendorong itu adalah kesadaran serta kepatuhan terhadap hukum," kata Willy Ade Chaidir di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dikutip dari Antara, kemarin.

Hal itu disampaikan usai memberikan materi penyuluhan hukum di Fakultas Hukum Unandyang juga dihadiri Kepala Sub Bidang Penerangan Hukum Waluyodan Asisten Pidana Umum Kejati Sumbar Fadlul Azmi.

Penyuluhan itu diikuti puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Unand. Apalagi, kata dia, globalisasi serta kemajuan teknologi informasi yang ada sekarang juga dinilai sebagai tantangan generasi muda."Karena itu kami dari kejaksaan terus mengedukasi para generasi muda, baik melalui kampus, sekolah serta pesantren," kata dia.

Ia juga memesankan kepada para mahasiswa untuk memahami setiap materi di kampus, praktik serta diiringi mental yang positif."Diharapkan hal tersebut bisa menjaga individu agar tidak melanggar hukum, dari pengamatan pelanggaran hukum yang rentan menjerat generasi muda adalah narkotika," kata dia.

Selain Willy Ade Chaidir yang memaparkan materi tindak pidana pencucian uang, juga ada pemateri lain, yaitu Kasubbid Penerangan Hukum Kejagung Waluyo dengan materi proses penuntutan tindak pidana oleh Kejaksaan.

Dekan Fakultas Hukum Unand Busyra Azheri berharap setiap materi yang diberikan bisa dipahami serta diterapkan para mahasiswa. Ia juga memaparkan pihaknya terus meningkatkan kualitas serta menghadirkan program pendidikan bagi mahasiswa, terutama di bidang hukum.

"Bagi mahasiswa yang memiliki minat ke dunia penegak hukum, ada Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) sebagai wadahnya, " kata dia

Lembaga itu sudah berjalan dua tahun dan bekerja sama dengan Komisi Yudisial (KY) untuk memberikan pembinaan dan pembekalan, terutama nilai-nilai etis seorang penegak hukum.

Ia mengatakan nilai perilaku serta etika adalah bagian yang penting di samping materi akademis dalam perkuliahan. Fakultas Hukum Unand yang memiliki mahasiswa sekitar 2.300 orang juga sedang merancang laboratorium hukum untuk direalisasikan pada 2020. Ant

BERITA TERKAIT

KPK Turut Awasi 8.000 Tambang Ilegal di Indonesia

KPK Turut Awasi 8.000 Tambang Ilegal di Indonesia NERACA Jakarta - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar mengapresiasi…

2020, Jamkrindo Syariah Perluas Penjaminan Online

2020, Jamkrindo Syariah Perluas Penjaminan Online NERACA Jakarta - Tahun ini, PT Jamkrindo Syariah akan memperkuat teknologi informasi dengan memperluas…

Kementerian ATR Dukung Kolaborasi Penataan Ruang dengan KPK

Kementerian ATR Dukung Kolaborasi Penataan Ruang dengan KPK NERACA Jakarta - Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Presiden Jokowi Apresiasi Reformasi Sistem Peradilan di MA

Presiden Jokowi Apresiasi Reformasi Sistem Peradilan di MA NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Mahkamah Agung (MA) yang…

Manajemen Adaptif Pengelolaan Lingkungan Bantu Rumuskan Solusi Perubahan Ekosistem - Resmikan Sistem Informasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Manajemen Adaptif Pengelolaan Lingkungan Bantu Rumuskan Solusi Perubahan Ekosistem Resmikan Sistem Informasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan NERACA Jakarta -…

Menkop Teten Jadikan Raffi Ahmad "Influencer" Produk UMKM

Menkop Teten Jadikan Raffi Ahmad "Influencer" Produk UMKM NERACA Jakarta - Demi mendorong pangsa pasar produk-produk UMKM, Kementerian Koperasi dan…