PNM DKI Latih Nasabah ULaMM - Tingkatkan Kompetensi Wiraswasta

NERACA

Jakarta - Keunggulan suatu usaha sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, diharapkan suatu usaha akan mampu untuk melakukan inovasi secara terus menerus, baik dalam hal produk maupun pelayanan.

"Disinilah pentingnya peningkatan kompetensi bagi setiap individu yang terlibat dalam usaha sebagai pra syarat bagi terlaksananya inovasi dan sekaligus keberlangsungan usaha tersebut," kata Anton Mart Irianto, Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani saat membuka pelatihan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang telah menjadi nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurut Anton, dengan inovasi akan dihasilkan berbagai keunggulan baik dalam hal kualitas produk maupun kualitas layanan. Menyadari pentingnya peningkatan kompetensi tersebut, imbuh Anton, PT PNM Cabang Jakarta menggelar pelatihan bagi para pengusaha UMK yang merupakan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Sebanyak 60 nasabah ULaMM di Kota Bekasi dan sekitarnya mengikuti pelatihan peningkatan Kompetensi dan Spirit Wiraswasta itu.

Anton mengungkap, pelatihan ini diharapkan mampu membuka wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan para peserta dalam meningkatkan kompetensi dalam berusaha.

Seorang trainer terkemuka yang sukses dalam mengembangkan usaha, Dewanto didapuk menjadi pembicara. Para peserta mendapatkan kiat-kiat praktis dalam melakukan inovasi usaha yang cukup aplikatif dan mudah diterapkan.

PNM Cabang Jakarta, imbuh Anton, akan terus melakukan pembinaan kepada para nasabahnya baik melalui pelatihan maupun pendampingan dan konsultasi bisnis. Sampai Maret 2012, PNM Cabang Jakarta memiliki 5 Kluster yang membawahi 34 unit ULaMM. Jumlah nasabah mencapai 4.160 orang dengan total outstanding sebesar Rp 220,7 miliar.

PT PNM sebagai BUMN yang mendapat tugas khusus untuk membantu pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK), berupaya untuk membantu meningkatkan wawasan para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) terutama mereka yang selama ini telah menjadi nasabah PNM.

Untuk itu, sambung Anton, selain membantu dalam hal pembiayaan, PNM juga aktif melakukan berbagai pembinaan berupa pelatihan-pelatihan melalui kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan pelatihan dan pembinaan ini merupakan salah satu bentuk layanan PNM yang membedakannya dari lembaga keuangan lain, dimana para nasabah akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan tanpa dikenakan biaya.

Dengan cara ini, para nasabah diharapkan mampu mengoptimalkan pembiayaan yang telah diterimanya sehingga tidak hanya bisa mengembalikannya secara tepat waktu tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat yang bersifat pro poor, pro job, dan pro growth.Selain melakukan pelatihan secara reguler, PNM juga aktif membina UMK berdasarkan kluster atau sentra. **kam

Related posts