Minim Dana Kelola, Reksa Dana Syariah Masih Optimis Tumbuh

Neraca

Jakarta – Industri reksa dana berbasis syariah diyakini masih akan terus tumbuh hingga akhir tahun, kendatipun pada Februari dan Maret diprediksi mengalami penurunan dana kelolaan dibanding Januari 201. “Kami proyeksi untuk reksa dana berbasis syariah masih memiliki potensi untuk tumbuh,” kata Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus Yanuar di Jakarta, Selasa (10/4).

Menurutnya, reksa dana berbasis syariah dari sisi dana kelolaan memiliki potensi untuk tumbuh sebesar 20-30% dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, dana kelolaan reksa dana berbasis syariah sebesar Rp5,565 triliun. Dengan demikian, dana kelolaan reksa dana syariah hingga penghujung tahun ini berpotensi mencapai Rp6,678-7,23 triliun.

Sementara, faktor yang akan mendorong pertumbuhan reksa dana berbasis syariah tersebut, di antaranya pertumbuhan kinerja sejumlah emiten pada tahun ini yang diproyeksi tumbuh sekitar 20-30%.

Adapun meningkatnya arus dana baik dari domestik maupun luar yang diakibatkan tingkat bunga yang rendah dan efek dari peringkat layak investasi yang diberikan sejumlah lembaga pemeringkat asing kepada Indonesia mendorong investor mulai berinvestasi di dalam negeri baik di portofolio saham maupun sektor riil.

Potensi Turun

Sebelumnya, disebutkan total dana kelolaan reksa dana syariah hingga kuartal I tahun ini kembali menurun jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya pada tahun ini. Dana kelolaan produk investasi berbasis syariah tersebut per akhir Maret tahun ini sebesar Rp5,296 triliun.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), total dana kelolaan reksa dana berbasis syariah akhir kuartal satu tahun ini menurun tipis 0,79% atau sekira Rp42 miliar dibanding akhir Februari 2012 sebesar Rp5,338 triliun.

Namun, jika dibanding akhir Januari 2012, maka total dana kelolaan reksa dana berbasis syariah pada akhir bulan lalu menyusut 6,5% atau setara dengan Rp370 miliar dari posisi akhir bulan pertama tahun ini sebesar Rp5,666 triliun.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Fakhri Hilmi mengatakan, menurunnya total dana kelolaan reksa dana syariah pada akhir Maret tahun ini disebabkan adanya reksa dana terproteksi syariah yang jatuh tempo. “Dana kelolaan reksa dana akhir Maret menurun sekira Rp42 miliar dibanding bulan sebelumnya. Salah satu penyebabnya karena ada satu reksadana terproteksi syariah yang jatuh tempo,” kata Fakhri.

Total dana kelolaan reksa dana berbasis syariah akhir bulan lalu dikontribusi dari 50 unit reksa dana yang beredar, terdiri atas 16 reksa dana campuran syariah, 15 reksa dana syariah terpoteksi, 10 saham syariah saham, reksa dana syariah pendapatan tetap dan satu reksa dana syariah indeks.

Adapun, reksa dana syariah berbasis saham masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total dana kelolaan reksa dana syariah hingga akhir kuartal satu 2012. Dana kelolaan reksa dana syariah saham pada akhir bulan lalu sebesar Rp1,76 triliun. Posisi kedua yang memberi kontribusi terbesar, yakni reksa dana syariah terproteksi, yakni sebesar Rp1,51 triliun dan reksa dana syariah campuran senilai Rp1,19 triliun.

Sedangkan, dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap syariah tercatat sebesar Rp690,04 miliar dan reksa dana syariah indeks sekitar Rp155,57 miliar. (bani)

Related posts