Ini Deretan 'Pekerjaan Rumah' Menpar di Kabinet Indonesia Maju

Wishnutama Kusubandio resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Indonesia Maju setelah diumumkan di Istana Merdeka oleh Presiden Joko Widodo. Selain pariwisata, Wishnutama juga diberi tugas untuk memajukan perekonomian kreatif di Indonesia, terutama dalam hal industri film dan musik. Dalam hal pariwisata, berikut sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan olehnya dikutip dari CNN Indonesia.com.

1. Menertibkan tingkah polah turis

Berita mengenai keberadaan turis gembel di Bali menambah daftar panjang masalah pariwisata di Indonesia. Munculnya turis tak berduit yang keluyuran di jalanan Pulau Dewata juga sempat ramai diberitakan oleh media internasional. Akibat kasus tersebut citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang tenang dan nyaman terusik. Sebelumnya Indonesia juga telah sering didera beragam masalah akibat tingkah polah warga negara asing yang masuk sebagai turis, mulai dari kasus kelancangan di tempat sakral sampai peredaran narkoba.

Saat ini Indonesia membebaskan visa bagi turis dari 169 negara. Banyak yang menganggap kemudahan masuk Indonesia menjadi celah bagi oknum kriminal dengan dalih wisata.Alih-alih menambah devisa atau melipatgandakan jumlah kunjungan, kurang ketatnya aturan soal visa turis tentu saja hanya akan merugikan industri pariwisata Indonesia.

2. Mengatasi dampak serbuan turis

Pulau Komodo ikut menjadi sorotan dunia, karena banyak foto dan video yang viral beredar mengenai membludaknya turis dan menggunungnya sampah di sana. Sempat ada wacana mengenai penutupan Pulau Komodo pada 2020, namun tak jadi diterapkan karena penolakan dari warga sekitar yang sudah terlanjur menggantungkan hidupnya dari industri pariwisata di sana.

Menaikkan harga tiket masuk menjadi jalan keluar, meski belum resmi diumumkan harga barunya. Ada banyak objek wisata di dunia yang telah mengalami serbuan turis (overtourism), seperti Venesia di Italia dan Budapest di Hungaria. Tapi mengutip pernyataan Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, Fahrurozy Darmawan, sebuah destinasi wisata tidak akan mengalami overtourism jika pemerintahnya sudah menetapkan aturan ketat, sehingga turis tidak punya alasan untuk berbuat sembarangan.

3. Memberdayakan sumber daya manusia

Turis asal Eropa atau Amerika kini bukan satu-satunya pasar potensial untuk Indonesia. Dikutip dari pernyataan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia - seperti Malaysia, Jepang, Korea, Arab, dan India, juga sudah dilirik sebagai potensi pasar. Oleh karena itu penting rasanya bagi pelaku industri wisata mulai membuka mata untuk lebih mengenal karakter dan cara berkomunikasi dengan turis dari negara-negara tersebut.

Pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata dan penertiban agen wisata nakal - terutama yang menjual zero dollar tour, sangat perlu dilakukan, karena dua sektor ini yang bakal berhadapan langsung dengan turis di destinasi wisata. Menjual destinasi wisata dengan melibatkan warga sekitar pun perlu segera dilakukan, sehingga warga bisa merasakan dampak ekonomi dari kedatangan turis. Setelah merasa mendapat manfaat ekonomi dari industri pariwisata, niscaya warga bakal menjadi garda terdepan dalam hal melindungi alam dan tradisi di kawasannya.

4. Menjual lebih banyak potensi wisata

Selain wisata belanja dan kuliner, Indonesia juga punya banyak potensi wisata yang belum tergarap maksimal seperti konser musik, ajang olahraga, pertemuan internasional, dan kapal pesiar. Belajar dari penyelenggaraan konser musik yang selalu laris manis, Indonesia perlu belajar banyak dari Singapura dan Jepang yang selalu padat dengan festival dan konser musik setiap tahunnya.

Konser musik juga bisa dipadankan dengan ajang olahraga seperti penyelenggaraan F1 di Singapura. Pertemuan internasional, seperti pertemuan Bank Dunia di Bali, turut menjadi potensi yang patut dikembangkan.

Rapat di tengah destinasi wisata yang eksotis tentu saja bisa lebih banyak mengundang orang untuk datang. Nama Indonesia juga bakal lebih dikenal dunia sebagai destinasi pertemuan penting. Pun dengan potensi kapal pesiar. Batam, Surabaya, Bali, Papua, Kalimantan, bisa menjadi pintu gerbang masuknya turis mancanegara dari kapal pesiar.

Begitu turun dari kapal pesiar, turis bisa mengikuti kegiatan wisata yang sarat kearifan lokal, jangan hanya dituntun masuk ke toko oleh-oleh atau tempat berfoto. Yang perlu diawasi ialah soal rute kapal pesiar. Jangan sampai mereka berlayar terlalu dekat dengan kawasan konservasi sehingga kelestarian alam tetap terjaga.

BERITA TERKAIT

Sambut Hari Badak, Ada Konservasi Badak Baru di Lampung

Hari Badak Sedunia di Indonesia akan dimeriahkan dengan acara peresmian Suaka Rhino Sumatera II, yang berlokasi di Taman Nasional Way…

TN Bantimurung Masuk Daftar 'Taman Warisan ASEAN'

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah resmi ditetapkan sebagai sebagai ASEAN Heritage Park. Kepala Balai Taman…

Presiden Berharap Jembatan Youtefa Majukan Wisata Bahari Papua

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta agar Jembatan Youtefa setelah diresmikan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata bahari di Kota Jayapura.…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Sambut Hari Badak, Ada Konservasi Badak Baru di Lampung

Hari Badak Sedunia di Indonesia akan dimeriahkan dengan acara peresmian Suaka Rhino Sumatera II, yang berlokasi di Taman Nasional Way…

TN Bantimurung Masuk Daftar 'Taman Warisan ASEAN'

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah resmi ditetapkan sebagai sebagai ASEAN Heritage Park. Kepala Balai Taman…

Presiden Berharap Jembatan Youtefa Majukan Wisata Bahari Papua

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta agar Jembatan Youtefa setelah diresmikan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata bahari di Kota Jayapura.…