Denyut Bisnis di Tokyo Mulai Bergerak

Denyut Bisnis di Tokyo Mulai Bergerak

Jakarta—Denyut bisnis di kawasan Tokyo Jepang mulai bergerak dan kembali normal. Gerak bisnis hanya satu hari setelah peristiwa gempa dan tsunami yang melanda pesisir timur Jepang, terutama toko dan restoran. "Toko dan restoran tutup hanya pada malam gempa, setelah itu buka seperti semula," kata Head of Corporate PR Soho Group Widi Nugroho Sahib kepada wartawan.

Lebih jauh Widi menambahkan saat ini kondisi Jepang khususnya di Tokyo, aktivitas warga berjalan seperti biasa, walaupun sebelumnya dilanda gempa bumi sangat dahsyat. "Pemerintah sudah siap antisipasi dan cepat tanggulangi masalah sehingga kepanikan tak menjalar ke daerah lain," tambahnya.

Dikatakan Widhi, saat ini pengoperasian jalan tol dan infrastruktur lainnya telah kembali dibuka di kawasan Tokyo, Jepang. "Pasca gempa lalu karena mayoritas warga Tokyo adalah kaum urban maka terjadi konsentrasi massa di stasiun kereta, bandara, jalan tol karena tutup sementara, tapi buka setelah aman," jelasnya.

Meskipun ia mengaku pada malam saat siangnya terjadi gempa, warga Tokyo sempat menyerbu pusat perbelanjaan seperti supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari."Malam itu supermarket diborong warga urban yang tidak dapat pulang ke rumah," katanya.

Seperti diketahui, pasca Tsunami pada Jumat kemarin, harga minyak mentah dunia merosot dan juga menimbulkan kekhawatiran akan pemulihan ekonomi global. Pedagang di Jepang pun dilanda kekhawatiran setelah kurang lebih seminggu tentang ketidakstabilan harga minyak akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Gempa itu tidak hanya itu, pasar keuangan Jepang juga ikut terkoyak. “Permintaan minyak (di Jepang) bisa lebih rendah, setidaknya untuk sementara, karena gempa," ungkap analis Commerzbank Carsten Fritsch. **cahyo

BERITA TERKAIT

Peluang Bisnis Ritel Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Bisnis ritel di Indonesia—dalam beberapa tahun  akhir  ini mengalami kelesuan yang luar  biasa,…

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

Garuda Cari Pinjaman US$ 200 Juta - Danai Ekspansi Bisnis 2018

NERACA Tangerang - Danai penambahan belanja modal di 2018, PT Garuda Indonesia (Perseroa) Tbk (GIAA) berencana mencari pinjaman sebesar US$…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

      NERACA   Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…