BRI Dorong UMKM Berkelas Dunia

NERACA

Jakarta--- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong UMKM bisa bersaing ditingkat internasional. Karena itu perlu ada mitra UMKM di luar negeri yang bisa menjembatani. “UMKM kita itu harus go global. Mereka kita perkenalkan dengan mitra-mitra dari belahan dunia lain,” kata Corporate Secretary BRI Muhammad Ali kepada wartawan di Jakarta,10/4.

Karena itulah, kata Muhammad Ali, BRI membawa 12 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ke ajang World Expo Floraide di Venlo, Belanda. Adapun ajang yang dibuka Ratu Belanda pada 4 April 2012. Khusus untuk Pavilion Indonesia, dibuka secara resmi keesokan harinya, tanggal 5 April 2012 oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar didampingi oleh President Director of Floriade Paul Beck. “Rencananya ajang ini akan berlangsung hingga 7 Oktober 2012. Ajang ini merupakan event 10 tahunan, sekali yang melibatkan berbagai negara,” ujarnya

Dikatakan Ali total negara peserta sebanyak 40 negara dan 90 peserta dari Belanda. Dalam ajang ini, Bank BRI bertindak sebagai sponsor paviliun Indonesia. "Pameran ini menjadi sarana ampuh bagi BRI untuk menjembatani nasabah UMKM-nya dengan pasar internasional” tambah Ali.

Dari pameran ini, kata Ali lago, diharapkan, Bank BRI dapat membuka pasar bagi nasabahnya dan masuk ke pasar internasional. Semua biaya akomodasi ini ditanggung BRI. Hal ini, ditambahkan Ali sebagai upaya memicu UMKM domestik untuk mengelola bisnisnya secara professional sehingga mereka nantinya dapat dikirim ke ajang serupa di berbagai acara pameran. “Ini untuk mendorong agar ribuan UMKM lebih professional agar bisa berprestasi dan dikirim ke luar negeri,”terangnya.

Yang jelas, kata Ali, BRI memberikan kriteria UMKM yang bisa diajak mencari mitra keluar negeri. ““Persyaratan untuk diikutkan dalam pameran adalah nasabah loyal yang mempunyai usaha dengan prospek ke depan yang baik,” jelas Ali.

Salah satu nasabah yang ikut dalam ajang tersebut yakni Nurjadi Henry Tedjasaputra yang merupakan pengusaha pengolahan rempah-rempah asli Indonesia. Selain membuat pengolahan madu, PT Aksara Kencana, milik Nurjadi, juga memproduksi teh herbal dan gula jawa.

Sebelumnya, Bank BRI Cabang Depok memberikan pinjaman lunak kepada 4.000 Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Kota Depok. Adapun pengucuran dana itu sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap UMKM. “Sudah 4.000 UMKM di Kota Depok kami bantu dengan pinjaman lunak,” kata Founding Officer BRI Cabang Depok, Herman Wahyudi di Depok,29/3

Menurut Herman, umumnya pelaku usaha yang mendapatkan kucuran kredit adalah kelas menengah ke bawah. Mereka menerima kucuran kredit karena persyaratan yang diberikan mudah. Di antaranya hanya memerlukan surat keterangan usaha dari kelurahan dan bunga flat 6% per tahun. Kemudian juga pihaknya memberikan pendampingan sehingga para pelaku usaha mengalami pengembangan usaha. “Kami terus membuka peluang bagi UMKM yang ingin mengajukan kredit, setiap tahun yang menerima kucuran dana bertambah. Memang persyaratan yang kami berikan tidak membebani para pelaku usaha ” tambahnya

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad, menjelaskan, CSR (Coorporate Social Responsibility) dan PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) merupakan peran serta kalangan dunia usaha dari BUMN dan swasta dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan pemerintah. Dan salah satu bentuk program kemitraan untuk peningkatan kemampuan usaha kecil serta pemberdayaan kondisi sosial dan lingkungan masyarakat. **cahyo

Related posts