Bersaing di Pasar Online Trading, Trimegah Hadirkan iTrimegah - Tingkatkan Transaksi Rp 30 Miliar Per Hari

Neraca

Jakarta – Tren transaksi online trading saham tengah menjadi perhatian pelaku pasar dan termasuk perusahaan sekuritas yang memiliki kepentingan untuk memberikan kepuasan kepada nasabahnya. Cara inilah yang dilakukan PT Trimegah Securities Tbk (TRAM) dengan meluncurkan online trading yang diberi bama iTrimegah.

Direktur Utama Trimegah Securities Omar S. Anwar mengatakan, layanan online trading iTrimegah dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan praktis dalam transaksi saham bagi nasabah,”Fasilitas ini kita luncurkan untuk memberikan kenyamanan bagi nasabah,”katanya di Jakarta, Selasa (10/4).

Menurutnya, dengan hadirnya fasilitas online trading iTrimegah diharapkan total transaksi harian bisa mencapai Rp 30 miliar perhari. Selama ini dari 33 ribu nasabah Trimegah, sebanyak 6 ribu nasabah telah menggunakan fasilitas tersebut.

Kendatipun demikian, hadirnya fasilitas tersebut juga masih terkendala soal stigma dari masyarakat terhadap pasar modal yang penuh spekulasi dan bukan tempat investasi yang aman. “Pandangan inilah yang menjadi tantangan kita untuk mengedukasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,”paparnya.

Dia menuturkan, segmen nasabah saat ini memiliki karakteristik dan preferensi yang unik. Sehingga perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan setiap segmen nasabah secara khusus. Nantinya, nasabah yang memerlukan bantuan equity sales dalam transaksinya bisa bertransaksi melalui telepon atau datang ke galery Trimegah yang secara bertahap terus diperbarui.

Lebih jauh Omar menambahkan, keunggulan dari fasilitas online trading iTrimegah memiliki fitur unggulan antara lain “allert & notification” yang berfungsi memberikan informasi kepada nasabah mengenai pergerakan harga saham yang diunggulkan, sesuai batas waktu yang diunggulkan sebelumnya.“Selain itu ada quick menu, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi cepat dan memberikan informasi lain kepada nasabah seperti company profile, charting, dan bacth order secara cepat,” ujar Omar.

Asal tahu saja, untuk menghadirkan fasilitas online trading bernama iTrading, PT Trimegah Securities Tbk harus merogoh kocek sebesar US$ 1 juta, “Investasi tersebut sudah termasuk hardware, software, dan vendore yang bekerja sama dengan Singapura yaitu Solution Lab," kata Omar S Anwar.

Kata Omar, layanan ini akan melengkapi layanan Trimegah yang sudah ada, yaitu conventional brokerage service di 18 kantor cabang Trimegah. Adapun 18 kantor cabang tersebut tersebar di 14 kota di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia pernah menargetkan 80 perusahaan sekuritas masuk ke pasar online trading. Pasalnya, selama ini otoritas bursa baru menerima 17 dokumen permohonan layanan online trading baru dari perusahaan sekuritas.

Direktur IT dan Risk Management BEI Adidkin Basirun pernah bilang, seluruh perusahaan ini tidak hanya yang miliki layanan online trading, tapi termasuk layanan Direct Market Access (DMA). "Target tahun 2010 bisa terlampaui. Apalagi didukung teknologi dan kapasitas trading baru," ujarnya.

Diakuinya, perdagangan secara real time memang terus menjadi tren di para investor, khususnya ritel. Dengan kemudahan akses dan dapat bertransaksi dimanapun, menjadikan layanan ini menjadi andalan untuk menopang industri pasar modal ke depannya. Adikin menilai investor mulai banyak meminta fasilitas tersebut karena mempermudah mereka melakukan pemesanan transaksi dalam jumlah besar secara lebih cepat.

Calon Direksi BEI

Selain itu, menjelang pemilihan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru pada pertengahan tahun ini, PT Trimegah Securities Tbk telah menyiapkan salah satu direksinya untuk menjadi direksi BEI melalui salah satu paket yang dibawahi oleh Danareksa Sekuritas.

Sebagai informasi, dalam bursa calon direksi BEI, memang terdapat tiga calon yaitu paket pertama dipimpin Direktur Utama BEI Ito Warsito. Kemudian paket kedua Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Hoesen dan paket ketiga dipimpin oleh Danareksa Sekuritas. "Kita masuk Danareksa, jangan di sebut dulu (calon dari Danareksa), soalnya bisa berubah, dua hari yang lalu berubah. Dari Trimegah yang diajukan Direktur Equity Market, Pak Adrian," kata Omar.

Dijelaskannya, ketiga paket itu nantinya akan dirujuk ke Bapepam-LK untuk ditetapkan. Hasilnya, salah satu posisi direksi akan terdapat tiga nama. Adapun alasan Trimegah bergabung dengan paket Danareksa karena adanya kecocokan dan juga karena terdapat calon yang kuat di sana . "Saya ingin beberapa direksi Trimegah ikut dalam paket, karena kita punya sejarah dan yakin perusahaan kita berkontribusi kepada bursa,"tutupnya. (didi)

Related posts