Pembangunan Tol Desari Diharap Selesai 2013

NERACA

Depok--- Rencana pembangunan ruas tol Depok-Antasari (Desari) terus dimatangkan. Karena diharapkan pada Agustus 2012 ganti rugi kepada masyarakat bisa selesai. Setelah musyawarah selesai dilakukan, maka pembayaran ganti rugi akan segera dilaksanakan. "Musyawarah beres, langsung bayar. Mudah-mudahan Agustus. Belum ada penolakan soal harga dari masyarakat, kita ikuti harga yang sekarang,” kata Asisten Tata Praja Kota Depok Sayid Cholid di Jakarta,10/4

Menurut Sayid, saat ini pembangunan tol Desari sedang dalam pendataan dari tim appraisal. Sedikitnya sudah ada dua kelurahan yang di data di Depok, setelah sebelumnya mendata di wilayah Jakarta Selatan. "Dua kelurahan, Gandul dengan Pangkalan Jati. Sedang dilakukan oleh tim appraisal," tambahnya

Lebih jauh Sayid menambahkan jika pendataan sudah selesai, baru akan dilakukan musyawarah. Sedikitnya sudah ada 400 bidang yang terdata. “Semua nanti pendataan dilakukan Tim Pembebasan Tanah (TPT), melalui tim appraisal, baru kita laksanakan musyawarah, sebentar lagi, Jakarta Selatan sudah mulai, sekarang sudah mengarah ke Depok, yang paling banyak bidangnya di Kelurahan Gandul, prioritas ke Gandul, untuk pecah telur dulu," paparnya.

Diakui Sayid, hingga saat ini belum ada keberatan masyarakat terkait ganti rugi. Bahkan pihaknya menargetkan pembangun tol Desari ini selesai 2013. “Belum ada penolakan soal harga dari masyarakat, kita ikuti harga yang sekarang. Tim appraisal juga tak sembarangan. Umumnya tak merugikan masyarakat. Schedule-nya target 2013, kita optimis," ucapnya

Tol Desari akan dibangun sepanjang 22 kilometer (km). Seksi satu dari Antasari-Brigif 6,9 km, seksi dua dari Brigif-Sawangan 6,3 km, dan seksi tiga dari Sawangan-Bojonggede 9,5 km. Dengan adanya dua tol di Depok, kemacetan ke arah ibukota pun diharapkan akan dapat diatasi.

Ditempat terpisah, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Grahita Sutadi, mengungkapkan pembangunan jalan tol Trans Java Interchange Kartasura hingga Interchange Kebakkramat akan dipercepat. Interchange Kartasura dan Kebakkramat merupakan bagian dari proyek jalan tol Solo - Kertosono. "Proyek jalan tol sekarang masih dalam pelaksanaan dan jika melihat progresnya kita maunya ingin mempercepat pembangunan Interchange Kartasura - Kebakkramat," kata Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Grahita Sutadi.

Menurut Sutadi, pembangunan Jalan Tol Interchange Kartasura - Kebakkramat tersebut masih terkendala masalah pembebasan lahan milik warga. Jalan sepanjang 22 kilometer dengan luas 222 hektare tersebut nantinya akan melintasi Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar. "Saat ini progres pembebasan lahannya sudah 60 persen. Solo termasuk yang belum selesai," terangnya. **cahyo

Related posts