Pasar Percontohan Senilai Rp4 Miliar Untuk Gerakan Ekonomi Rakyat

NERACA

Jakarta - Pada tahun 2011, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengalokasikan anggaran Tugas Pembantuan untuk pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional di 75 kabupaten/kota, termasuk 10 Pasar Percontohan. Sementara pada tahun 2012, Kemendag mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp180,5 miliar untuk merevitalisasi 20 Pasar Percontohan baru di 20 kabupaten/kota dan mengharapkan pasar percontohan sebagai penggerak perekonomian rakyat.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kembali meresmikan Pasar Percontohan yang berlokasi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pasar Minulyo, mendapatkan alokasi APBN tahun 2011 sebesar Rp4 miliar dipilih sebagai Pasar Percontohan karena lokasinya yang strategis di tengah kota dan memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi.

Pasar ini juga merupakan pilar penyangga ekonomi 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan, serta menjadi tumpuan hidup sekitar 950 pedagang. “Dana revitalisasi yang diberikan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan area kuliner, pengerasan tapak pasar, dan pemberdayaan pelaku pasar tahap pertama,” ujar Gita melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Selasa (10/4).

Dia mengharapkan keberadaan pasar baru itu nantinya bisa menjadi sentra perdagangan dan membawa kebaikan bagi masyarakat setempat. Dan tidak hanya sebatas dilakukan perbaikan yang terbatas secara fisik namun juga perbaikan pengelolaan manajemen dan pemberdayaan pedagang. “Dalam program binaan ini, Kemendag juga memfasilitasi pelaksanaan pos ukur ulang dalam rangka meningkatkan tertib ukur guna melindungi konsumen,” terangnya.

Gita menjelaskan, bahwa dalam program Pasar Percontohan, para pengelola dan pedagang pasar diberi pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam mengelola pasar. “Kami juga membentuk tim khusus yang memberi masukan, rekomendasi dan pendampingan, misalnya dalam hal mendesain pasar yang cocok dengan lokasi, adat, budaya, penghasilan dan kekhasan daerah tersebut,” imbuhnya.

Pasar Kuliner

Pasar Minulyo merupakan satu-satunya pasar di Kabupaten Pacitan yang beroperasi non-stop setiap harinya guna memenuhi kebutuhan masyarakat di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan. Di pasar ini juga telah dibangun pasar kuliner untuk menampung pedagang kaki lima di alun-alun kota Pacitan. “Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada UMKM, dan juga upaya penataan ruang dan wilayah agar lebih rapi dan teratur,” lanjutnya..

Gita menggarisbawahi bahwa Kemendag memiliki komitmen agar program Pasar Percontohan dapat berjalan dengan baik, sehingga pasar dapat menjadi kebanggaan bagi rakyat sekitarnya. “Kami akan terus memantau perkembangannya. Namun tentu saja keberhasilan konsep dan pelaksanaan program Pasar Percontohan ini tergantung dari kerja sama yang sinergis dari seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, maupun para pengelola pasar, pedagang dan konsumen,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gita berpesan agar pasar yang telah diperbaiki untuk selalu dijaga dan dipelihara dengan baik oleh para pengguna pasar, terutama pedagang dan konsumen. “Jika dirawat dengan baik, kami yakin pasar akan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Related posts