IHSG Belum Leluasa Bergerak Menguat

Neraca

Jakarta – Aksi ambil untung pelaku pasar memaksa indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa ditutup melemah 4,268 poin (0,11%) ke level 4.149,799. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,575 poin (0,37%) ke level 711,679.

Menurut research analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono, IHSG kembali bergerak melemah tipis menyusul aksi ambil untung investor pada sesi kedua perdagangan. “Kami melihat pasar relatif tidak terlalu ramai menyusul minimnya sentimen positif,”katanya di Jakarta, Selasa (10/4)

Selain itu, koreksi terhadap indeks juga dipengaruhi oleh ekspektasi melemahnya ekonomi China, di tengah munculnya data tenaga kerja di AS yang di bawah ekspektasi. Namun, sejumlah investor masih melakukan aksi beli, terutama asing, terutama terhadap saham-saham berfundamental bagus.

Jadi, pelemahan indeks ini lebih karena sebagian besar investor ingin segera merealisasikan keuntungan. Tercatat sektor saham yang mengalami pelemahan meliputi aneka industri sebesar 0,8%, keuangan sebesar 0,6%, manufaktur dan pertambangan masing-masing sebesar 0,4%. Sedangkan sektor yang mengalami penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur sebesar 1% dan properti sebesar 0,5%.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah dikisaran "support-resistance" 4.125 - 4.170 poin. Tercatat perdagangan kemarin, transaksi pembelian bersih asing (foreign net buy) senilai Rp 107,354 miliar di seluruh pasar.

Akan tetapi, aksi jual oleh investor lokal justru terjadi di menit-menit terakhir menjelang penutupan perdagangan. Sehingga indeks gagal bertahan di zona hijau. Saham properti yang sempat naik tinggi langsung dilepas investor. Giliran saham-saham infrastruktur yang memimpin penguatan bursa. Kondisi indeks sektoral berimbang, lima melemah dan lima menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 116.957 kali pada volume 10,775 juta lot saham senilai Rp 4,034 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 143 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 2.400 ke Rp 15.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.200 ke Rp 6.100, Indomobil (IMAS) naik Rp 1.000 ke Rp 16.400, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 800 ke Rp 14.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 74.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 56.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 31.000, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 300 ke Rp 5.050.

Sebaliknya menutup perdagangan sesi I, indeks BEI naik tipis 4,380 poin (0,10%) ke level 4.158,447. Sementara Indeks LQ 45 malah turun tipis 0,023 poin (0,01%) ke level 714,231. Saham-saham properti memimpin penguatan bursa dengan tumbuh hampir satu persen. Aksi beli banyak dilakukan investor lokal, terutama di saham-saham unggulan.

Sedangkan para pemodal asing masih belum berhenti mengambil untung. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 58.549 kali pada volume 4,33 juta lot saham senilai Rp 1,629 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 2.300 ke Rp 14.900, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.200 ke Rp 6.100, Indomobil (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 15.850, dan Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 18.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 56.650, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 300 ke Rp 5.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 31.100, dan Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 17.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,23 poin atau 0,10% ke posisi 4.158,30 dan Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,07 poin (0,15%) ke level 715,35. Kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim, penguatan indeks seiring mulai terbatasnya sentimen negatif dari bursa global.

Namun demikian, dia menilai, pasar akan mengantisipasi rilis data ekspor dan neraca perdagangan China di bulan Maret yang diekspektasikan kembali melemah. Dia menambahkan, dari bursa AS meneruskan koreksinya dan selama empat hari berturut-turut memfaktorkan rilis data "payrolls" di akhir pekan lalu yang berada di bawah estimasi konsensus.

Sementara kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menambahkan, IHSG masih mempunyai peluang menguat meski terbatas mempertimbangkan faktor kinerja kuartal pertama 2012 di tengah kelanjutan capital inflow investor asing. "IHSG yang melemah kemarin (9/4), namun beberapa saham unggulan justru naik, mengindikasikan masih nyamannya investor mengambil posisi masuk," paparnya.

Sejak awal dia sempat memprediksikan, perdagangan saham Rabu indeks BEI diperkirakan bergerak di kisaran 4.130-4.178 poin. Beberapa saham yang direkomendasikan di antaranya Astra International (ASII), Bank Jabar Banten (BJBR), Bumi Serpong (BSDE), BW Plantation (BWPT), United Tractor (UNTR) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG).

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 203,35 poin (0,99%) ke level 20.389,65, indeks Nikkei-225 naik 73,98 poin atau 0,77% ke level 9.620,24 dan Straits Times menguat 9,98 poin (0,34%) ke level 2.760,02. (bani)

Related posts