Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman - Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga asuransi sudah bisa dilakukan dengan layanan digital, mulai dari membuka rekening, transfer, beli produk investasi, bayar premi lewat mobile banking hingga klaim asuransi. Oleh karena itu, kini sudah tidak zamannya lagi ngantri atau menunggu berhari-hari untuk mendapatkan layanan di industri keuangan dan termasuk perbankan. Pasalnya, segala sesuatu sudah bisa dilakukan lewat smartphone.

Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit, semangat inilah yang coba dilakukan pelaku industri keuangan menyiasati tren pertumbuhan investor milenial yang sudah melek berinvestasi. Apalagi, kebiasaan anak milenial sekarang lebih ingin cara yang lebih efektif, efisien, mudah dan fleksibel tidak perlu lagi memakan waktu berhari-hari karena proses prosedur yang rumit dan panjang.

Wahyu (23) pegawai negeri sipil di salah satu instansi pemerintah dan juga nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merasakan betul kemudahan berinvestasi di era digital saat ini, mulai beli saham hingga reksa dana. “Saya bisa beli reksa dana bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tanpa harus ribet dan memakan waktu lama. Cukup dengan membuka atau mengunduh aplikasi wealth management BCA sudah bisa beli produk investasi seperti reksa dana, obligasi, serta mendapatkan edukasi asuransi,”ungkapnya.

Diakuinya, saat ini berinvestasi dan termasuk membeli produknya sudah tidak lagi sulit seperti apa yang digambarkan masyarakat pada umumnya. Terlebih untuk berinvestasi sendiri sudah murah dan terjangkau. Hal senada juga disampaikan Santi (30), ibu rumah tangga ini selalu aktif di dunia maya menceritakan, aplikasi layanan keuangan yang diluncurkan BCA saat ini banyak memberikan kemudahan bagi saya yang sibuk berjualan online. “Di era digital saat ini, semua urusan layanan keuangan, hingga investasi dan asuransi segala sesuatunya cukup dilakukan lewat digenggaman seluler,”tandasnya.

Menurutnya, pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini membawa perubahan gaya hidup masyarakat yang menuntut cara kerja yang lebih efisien, cepat dan praktis. Tak ayal, saat ini hampir semua pelayanan dituntut untuk menghadirkan berbasis digital, tidak hanya industri perbankan atau multifinance, namun juga asuransi. Agar tidak ditinggal para konsumennya, maka inovasi layanan berbasis digital menjadi mutlak adanya seiring dengan dinamisnya perubahan prilaku masyarakat yang gembar berbelanja online berbasis digital, termasuk juga dalam membeli produk investasi.

Oleh karena itu, tren pertumbuhan digital saat ini terus memacu para pelaku industri keuangan untuk memberikan inovasi pelayanan sesuai kebutuhan nasabah dan bila tidak akan ditinggal pasar. Kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi, era digital bisa mendorong peningkatan jumlah investor lebih banyak lagi dari sekarang yang sudah melebihi 1 juta. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat melalui aplikasi digital. Menurutnya Fakhri, tingkat ketertarikan masyarakat untuk berinvestasi sangat tinggi, tapi seringkali banyak yang jatuh ke dalam investasi bodong yang bukannya bikin untung malah justru buntung. "Adanya investasi bodong selama ini membuktikan bahwa orang sebenarnya mau investasi, tapi tidak tahu,"ungkapnya.

Bidik Generasi Milenial

Merespon bergerak dinamisnya industri keuangan, langkah inilah yang dilakukan BCA dengan meluncurkan fitur layanan aplikasi Wealth Management BCA atau Welma untuk memacu bisnis dana kelolaan atau wealth management. Aplikasi tersebut terbuka dan tentunya dapat digunakan oleh seluruh segmen nasabah BCA untuk membeli produk investasi. “Melalui aplikasi Welma, nasabah dapat membeli atau menjual produk investasinya, memantau portofolio investasi dan mencari informasi produk asuransi dengan mudah, aman, dan nyaman,”kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Selain itu, imbuhnya, BCA ingin terus mendukung program pemerintah dalam rangka edukasi literasi keuangan. Disampaikannya, BCA juga mencermati pentingnya investasi bagi anak muda khususnya, maka perseroan tergerak untuk berinovasi dalam menciptakan aplikasi berbasis digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan investasi. Hal ini diwujud nyatakan dalam peluncuran aplikasi Welma, aplikasi Wealth Management untuk berinvestasi.

Jahja menjelaskan, aplikasi tersebut memiliki fungsi yang menarik, khususnya bagi generasi milenial untuk memulai berinvestasi. Nasabah BCA dapat membeli produk investasi reksa dana dan obligasi melalui aplikasi Welma yang dapat diunduh di smartphone Android.“BCA ingin menumbuhkembangkan semangat dan kemauan masyarakat untuk gemar berinvestasi. Cara investasi melalui aplikasi Welma simpel dan praktis, sesuai dengan karakteristik masyarakat jaman now,” tuturnya.

Sementara Senior Executive Vice President Wealth Management BCA, Christine Setyabudhi mengatakan, dengan diluncurkannya platform digital tersebut bisa kian memaksimalkan kinerja lini bisnis wealth management. Langkah perseroan merambah digital, bisnis wealth management memungkinkan perseroan menjangkau segmen nasabah yang lebih besar, seperti milenial.

Adapun Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Andin Hadiyanto menambahkan, kian maraknya aplikasi sejenis Welma semakin mempermudah masyarakat Indonesia mendapatkan akses terhadap produk keuangan. Sehingga diharapkan, tidak hanya mengenal instrumen tabungan dan deposito, masyarakat kini juga kian memahami berbagai produk investasi lain untuk memperdalam pasar keuangan dalam negeri. "Ini semakin bagus jadi tidak hanya bagaimana kami mengelola investasi tapi ini juga bagian dari pada peningaktan literasi keuangan, pendalaman sektor keuangan, sehingga masyarakat diberi banyak pilihan untuk investasi yang selama ini hanya tabungan dan deposito," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…

Rencanakan Rights Issue - TOPS Lepas 4 Miliar Saham Baru Ke Pasar

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas ditengah melorotnya kinerja keuangan menjadi alasan bagi emiten konstruksi PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Menkeu dan Ditjen Pajak Beri Award Ke Adaro Energy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menyerahkan penghargaan kepada Head of Tax Division PT Adaro…

Targetkan Pasar Milenial - PP Urban Garap Proyek Hunian Urbantown

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat dan juga membidik potensi pasar dari kalangan milenial, PT PP Urban…

Bisnis Otomotif Melempem - Laba Bersih Bintraco Dharma Ikut Tertekan

NERACA Jakarta – Lesunya industri otomotif dalam negeri berimbas pada pencapaian kinerja keuangan PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk…