Bisnis Makin Legit, ROTI Raup Untung 211,7 Miliar

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berhasil membukukan untung bersih sebesar Rp 211,7 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 105,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp 103 miliar.Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, kenaikan tersebut didorong oleh penjualan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini yang naik signifikan 24,1% yoy menjadi Rp 2,46 triliun.

Sementara pada kuartal III-2018, ROTI mencetak penjualan Rp 1,98 triliun. Pendapatan paling besar berasal dari penjualan roti tawar yang mencapai Rp 1,79 triliun. Penjualan tersebut naik 18,54% dari kuartal III-2018 yang tercatat Rp 1,51 triliun.Disebutkan, penjualan kepada PT Indomarco Prismatama tercatat mencapai Rp 903,55 miliar atau naik 19,5% yoy. Penjualan kepada Indomarco Prismatama mencapai 36,69% dari total seluruh penjualan. Sementara itu penjualan kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk tercatat Rp 601,79 miliar atau naik 13,78% yoy. Jumlah penjualan kepada Alfaria Trijaya mencapai 24,44% dari total seluruh penjualan.

Peningkatan penjualan sejatinya diikuti kenaikan beban. Kenaikan beban ROTI pada kuartal tiga ini tercatat 17,47% yoy dari Rp 933,77 miliar menjadi Rp 1,09 triliun. Di sisi lain, ROTI tercatat memiliki utang Rp 1,49 triliun. Utang ini terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 1,01 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 475 miliar. Jumlah total utang tersebut naik 0,67% sejak awal tahun. Sementara itu, ekuitas ROTI tercatat Rp 3,04 triliun atau tumbuh 4,11% yoy.

Berdasarkan riset PT Indo Premier Sekuritas menyebutkan, PT Nippon Indosari Corpora Tbk diyakini pendapatan kuartal kedua tahun ini bakal tumbuh sekitar 20%. Proyeksi pertumbuhan penjualan itu mematahkan pola musiman di kuartal II lebih rendah, yang rata-rata 5 tahun tumbuh 12,4%. Kinerja kuartal II/2019 diwarnai retur penjualan yang diperkirakan sekitar 12%, dari proyeksi 12,5% dibandingkan dengan kuartal I/2019 sebesar 13,5% dan kuartal II/2018 sebesar 20,1%.

Optimisme kinerja penjualan produsen Sari Roti ini pada kuartal II/2019 didorong dengan dimulainya pabrik di Balikpapan pada Juni 2019. ROTI saat ini menjalankan 14 pabrik dengan kapasitas produksi yang lebih tinggi, 5 juta pcs per hari, atau naik 12%. Penggerak pertumbuhan penjualan lainnya berasal dari entitas anak di bidang usaha perdagangan, PT Indosari Niaga Nusantara, untuk menambah jaringan distribusi.

Asal tahu saja, ROTI memiliki strategi memperluas distribusinya di pasar general trade (GT) dengan membangun 2 fasilitas baru yang berlokasi di Banjarmasin dan Pekanbaru pada 2020. Ini memungkinkan ROTI untuk menembus area yang sebelumnya tidak terjangkau. Di sisi lain, margin diperkirakan melebar seiring dengan normalisasi biaya operasional. Di antaranya, perseroan tidak lagi agresif dalam kegiatan pemasaran.

Selain itu, perseroan melakukan efisiensi biaya transportasi, di mana saat ini ROTI memasok permintaan di Kalimantan dari pabrik Kalimantan terbaru dan yang akan datang. Perseroan juga berencana meningkatkan rerata harga jual (average selling price/ASP) sebesar 5% pada tahun depan mengingat kompetisi di industri yang berkurang. Secara bertahap, perseroan mulai meningkatkan ASP sebesar 3% terhadap produk tertentu sejak September 2019. (kon/bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…