LG Serius Garap Pasar Digital Signage

NERACA

Jakarta – PT LG Electronics Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam menggarap pasar produk elektronik bagi pendukung usaha (business to business) dengan memamerkan beberapa produk digital signage atau media penampil digital. Bahkan, pabrikan asal Korea ini mengklaim sebagai pemuncak di pasar bagi sektor pasar information display di Indonesia.

B2B Business Head LG Electronics Indonesia, Agustian Yusetia menjelaskan ada tiga sektor baru yang menjadi bidikan LG dalam memasarkan produk digital signage yaitu pemerintahan, korporasi dan pendidikan. Sementara dari sisi produk, lima digital signage terbaru setidaknya telah siap diperkenalkan untuk mendukung ambisi besar LG ini.

“Inovasi yang menitikberatkan pada penciptaan keterhubungan dan kolaborasi lebih baik diantara penggunanya untuk mendukung peningkatan produktivitas kerja menjadi penawaran utama kami,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/10). Sementara dari sisi basis teknologi panelnya, deretan digital signage terbaru ini juga akan menjadi representasi inovasi terkini LG pada penggunaan panel Organic Light Emitting Diode (OLED) dan Light Emitting Diode (LED).

Tak semata pada kemampuan lebih menghasilkan warna dalam detail kaya, pilihan pada panel OLED pada produk digital signage terbarunya ini menunjukkan inovasi perusahaan pada penciptaan panel OLED transparan. Sementara pada digital signage berbasis LED yang tanpa ada lapisan panel LCD di depan, biasa disebut videotron, pengalaman panjang LG pada industri ini membuatnya mampu menawarkan keseragaman warna lebih baik dengan memperkecil jarak antar deret LED dan pengembangan algoritma terkini LG.

Lima produk yang perkenalkan antara lain LG Transparent OLED Signage, LG 130” LED All-in-One, LG Zero Even Bezel Video Wall, LG Signage Outdoor 55XE4F, dan LG Interactive Digital Board. Semua produk ada di pasar ritel nasional direntang harga Rp150 juta hingga Rp1 miliar per unit.

Terkait dengan LG Transparent Oled Signage, Agustian menjelaskan bahwa produk ini pertama kali diperkenalkan pada momen Integrated System Europe (ISE) 2019 yang berlangsung di Amsterdam awal tahun ini. Keunggulan dari produk ini adalah layarnya yang transparan. Saat layar dalam keadaan aktif dengan berbagai tampilan gambar, seseorang tetap akan dapat melihat objek yang diletakkan pada sisi belakangnya. Layar dapat digunakan untuk memainkan berbagai macam berkas digital, baik video maupun gambar statis, dengan tingkat transparansi hingga 38%.

LG menghadirkan LG 130” LED All-in-One. Berbentang layar 130 inci dengan resolusi Full HD, LG menerapkan jarak antar lampu LED penyusunnya hanya mencapai 1.5mm. “Semakin berdekatannya jarak antar LED memberi dampak lebih baik dalam menampilkan gambar dengan warna tampak lebih natural,” ujar Agustian Yusetia. Untuk mendukung kemampuannya dalam reproduksi gambar, LG menerapkan contrast ratio 5,000:1. Di bagian lain, besaran Refresh Rate mencapai 3,840Hz yang dimiliknya memastikan pergerakan konten tampil lebih halus.

Bagi kebutuhan media penampil dalam ruangan berukuran ekstra besar, LG Even Bezel Video Wall hadir menjadi tawaran solusi LG. Tersedia dalam dimensi layar berbentang 55 inci, pengaplikasian video wall ini membuat pemiliknya dapat menyusun sejumlah unit dalam matriks horizontal hingga mencapai dimensi luas yang diinginkan. Inovasi LG yang menjadi keunggulan utama video wall ini mudah terlihat pada bingkainya yang tipis yaitu hanya mencapai 0.44mm. Hal ini membuat jarak antar panel dalam rangkaian matriks yang dibuat hanya mencapai 0.88mm.

“Semakin tipisnya jarak antar bingkai membuat gambar dapat tertampil lebih utuh dari jarak dekat. Membuka peluang semakin luas pengaplikasiannya untuk mendukung berbagai jenis penggunaan,” ujar Agustian Yusetia. Termasuk di dalamnya, menurut Agustian Yusetia, penggunaan sebagai media pantau terpusat (command center) dalam sebuah institusi pelayanan publik.

LG Signage Outdoor 55XE4F membawa kemampuan yang menjawab keterbatasan media penampil luar ruangan yang beredar di pasaran Indonesia saat ini. “Tak hanya mengandalkan pada kemampuan reproduksi warna lebih baik, LG Signage Outdoor berbentang layar 55 inci ini pun dikembangkan dengan ketahanan lebih baik berhadapan dengan faktor resiko dari lingkungan penempatannya,” ujar Agustian.

Kemampuan reproduksi warna lebih baik dari media penampil digital ini didukung resolusinya yang Full HD dengan tingkat kecerahan hingga mencapai 4,000 nit. Sementara penggunaan panel IPS, memberinya sudut menonton lebar yang membuat orang melintas di depannya, dalam posisi sudut selebar hingga 178 derajat pun akan tetap dapat melihat tampilan tayangan tanpa distorsi warna.

Agustian Yusetia menyatakan, peluncuran produk baru ini akan sejalan dengan upaya besarnya untuk terus meningkatkan kontribusi divisi Business to Business (B2B) pada total keseluruhan penjualan LG di Indonesia. Bahkan ia mengungkap ambisi besarnya untuk dapat berkontribusi hingga 30% dari total penjualan LG di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai 79,24%

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan realisasi penerimaan bea dan…

Kemenaker Klaim Angka Pengangguran Terendah Sejak Reformasi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengatakan angka pengangguran di Tanah Air pada 2019 mengalami penurunan hingga…

Pengguna Transportasi Umum di Jabodetabek Baru 30%

    NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebutkan hingga saat ini penggunaan angkutan umum di wilayah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cegah Kartel Perdagangan Nikel, Aturan Pertambangan Perlu Diperbaiki

NERACA Jakarta - Dugaan praktek kartel perdagangan nikel domestik oleh pabrik smelter yang telah beroperasi di Indonesia kian meresahkan pengusaha…

Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai 79,24%

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan realisasi penerimaan bea dan…

Kemenaker Klaim Angka Pengangguran Terendah Sejak Reformasi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengatakan angka pengangguran di Tanah Air pada 2019 mengalami penurunan hingga…