BUMN Diprediski Buka 6 juta Lapangan Kerja

Investasi Naik 3 Kali Lipat

BUMN Diprediski Buka 6 juta Lapangan Kerja

Jakarta—Kementrian Badan Usaha Milik Negara (Kemeneg BUMN) memperkirakan terjadi peningkatan investasi yang cukup significant di sejumlah BUMN pada beberapa tahun mendatang. Sehingga bisa membuka lapangan kerja baru sekitar 6,6 juta orang. “"Akan terbuka 6,6 juta kesempatan kerja baru dalam beberapa tahun mendatang, karena akan terjadi peningkatan tajam investasi hampir tiga kali lipat," kata Mustafa Abubakar kepada wartawan di Jakarta,13/3.

Mustafa menambahkan saat ini sejumlah BUMN telah mengalami peningkatan aset yang signifikan, dan siap menjadi garda terdepan untuk percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia. “Peningkatan assetnya luar biasa,”tegasnya.

Untuk menggenjot asset tersebut, kata Mustafa, pihaknya telah menargetkan kenaikan signifikan target belanja modal dalam kurun waktu empat tahun hingga 2014, dari Rp383 menjadi Rp836 triliun. Selain itu, khusus pada 2011 saja, pihaknya menargetkan penambahan keuntungan menjadi sedikitnya Rp120 triliun dari target pendapatan sebesar Rp1.200 triliun.

Dia melanjutkan, hal itu berefek pada kesiapan kementerian BUMN dalam pembangunan perekonomian yang dipercepat di sejumlah daerah, yang terangkum dalam program percepatan delapan koridor pembangunan ekonomi di Indonesia. "Silahkan masing-masing daerah menunjukan potensi unggulan daerahnya, dan pada akhir bulan ini juga tim dari kementerian akan turun untuk membicarakan prospek sinergitas pembangunan ekonomi tersebut," kata dia.

Hal itu diungkapkan Mustafa usai melantik Forum BUMN gedung PTPN VII Provinsi Lampung, dari 42 cabang BUMN yang berkedudukan di Provinsi Lampung . Mustofa melanjutkan, khusus untuk di Lampung saja, ada 46 perwakilan dan cabang BUMN yang siap diinstruksikan untuk membantu pembangunan daerah tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi unggulan di Indonesia.

Sementara itu, terkait dengan upaya bina lingkungan, kementerian telah menyetujui pencairan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk kegiatan tersebut di seluruh Indonesia pada 2011. Sedangkan untuk program kemitraaan, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp17,4 triliun sepanjang 2011 untuk seluruh UKM di sejumlah wilayah Indonesia.

Mustafa menargetkan keuntungan dari 142 BUMN yang dimiliki pemerintah dapat mencapai sedikitnya Rp120 Triliun pada 2011. "Target kami pada 2012 mendatang tidak ada lagi BUMN yang mengalami kerugian, dan untuk 15 BUMN yang saat ini sedang mengalami masalah finansial, sedang kami lakukan penyelesaian," kata dia.

Yang jelas, kata mantan Gubernur NAD ini, Kementerian BUMN menargetkan pada 2011 tidak ada lagi perusahaan milik negara yang menderita rugi, sejalan dengan perbaikan performa keuangan perseroan. "Pada 2009, BUMN yang membukukan rugi usaha sebanyak 22 perusahaan. Tahun ini (2010) kita upayakan hanya 8-10 perusahaan rugi," terangnya beberapa waktu lalu. **cahyo

BERITA TERKAIT

AIA Buka AIA Premiere Agency Center - Perkuat Layanan di Bali

NERACA Denpasar – Perluas layanan kepada nasabah, PT AIA Financial (AIA) meresmikan AIA Premiere Agency Center (APAC) di Bali. Berlokasi…

Pemerintah Fokus Mengembangkan Industri Hijau - Terkait Kunjungan Kerja ke Tiongkok

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus untuk mengembangkan program industri hijau, di mana setiap sektor manufaktur nasional perlu menerapkan prinsip…

Pembentukan Holding BUMN Sektoral Bisa Picu Masalah Baru

NERACA Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menetapkan setidaknya enam induk usaha (holding) BUMN akan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Hanya 10%, Kenaikan Cukai Tembakau Kurang Tinggi

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) Abdillah Ahsan menilai…

Pemerintah akan Terbitkan Perpres - Soal Kepemilikan Perusahaan Penerima Manfaat

    NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kepemilikan perusahaan penerima manfaat atau "beneficial ownership"…

Hasil Penjualan ORI014 Sebesar Rp8,94 triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Obligasi…