Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar - Geliat Sektor Industri

NERACA

Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut, anak usaha PT Barito Pacific Tbk. yakni PT Griya Idola Industrial Park mengincar penjualan lahan kawasan industri seluas 12,6 hektare.

Direktur PT Griya Idola, Eddy Karli dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, penjualan tahap III seluas 12.6 hektare tersedia dalam beragam tipe bangunan industri. Menurutnya kawasan tersebut cocok digunakan sebagai kavling komersil untuk dibangun pusat riset dan pengembangan, pusat data, hotel bisnis dan gedung perkantoran hingga pergudangan dengan berbagai spesifikasi pilihan.

Kawasan itu, lanjutnya, dekat dengan akses yang mudah menuju pusat bisnis Jakarta, bandara internasional maupun pelabuhan. Eddy optimistis penjualan tahap III akan dapat terserap 100%."Dengan lokasi di Cikupa, Tangerang, kami menempatkan bisnis tenant tepat berada di tengah kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat dengan 4.800 perusahaan dan lebih dari 3 juta orang populasi penduduk," kata Eddy.

Menurutnya, perseroan mendulang penjualan sempurna atau 100% terjual habis pada tahap I. Sementara tahap II meraih penjualan 95 persen dengan persentase serah terima hingga 80%."Dengan animo yang sangat tinggi tersebut, Griya Idola merespons antusiasme para investor dengan mengadakan Groundbreaking tahap 3," ujar Eddy.

Eddy memprediksi target untuk proses serah terima dalam 12 bulan ke depan. Tahap III akan memperkenalkan Exclusive Factory Building, produk terbaru yang menghadirkan penampilan eksterior dalam lingkungan kondusif untuk aktifitas industri.Produk ini mendefinisikan area industri kontemporer yang cocok untuk produksi, pergudangan, bengkel dan kantor, didukung area komersil yang dinamis. Hingga saat ini, McDonald’s, Mitra 10 dan BiomediaLab telah bergabung dalam area komersil GIIP tahap 3.

Griya Idola merupakan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang properti dari Barito Pacific Group yang juga bergerak dalam industri petrokimia dan pembangkit listrik. Griya Idola mengembangkan dan mengelola beragam portofolio, yaitu properti komersial, kawasan industri, hotel dan residensial.

Dalam pengembangan bisnisnya, tahun ini BRPT fokus menggarap beberapa proyek baru. Misalnya untuk proyek PLTU Jawa unit 9 dan 10. Agus mengatakan proyek tersebut sudah fully funded. Asal tahu, BRPT bersama PLN menjadi pihak inisiator pembangunan PLTU tersebut. Sebagai pihak swasta, BRPT menggenggam sekitar 41% dari kepemilikan PLTU itu. Sedangkan sisanya dikempit oleh PLN.

Proyek pembangkit listrik berkapasitas 2x1000 megawatt itu memiliki nilai investasi sebesar US$ 3,1 miliar. Perusahaan memperkirakan penyelesaian pendanaan akan rampung di akhir tahun. Begitu juga dengan proyek anak perusahaan BRPT, PT Chandra Asri Pethrocemichal Tbk (TPIA). Tahun ini TPIA sedang membangun dua pabrik baru untuk polietilena dan polipropilena.

Dengan segala pertimbangan tersebut, maka dirinya pede bisa meraih pendanaan dari berbagai instrumen lain, tak terkecuali dari internal dan pinjaman bank. Tahun ini, BRPT mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar US$ 560 juta. Sebanyak 82% dari dana itu digunakan oleh TPIA untuk membangun pabrik baru di Cilegon. Sedangkan sisanya, sekitar US$ 100 juta, akan digunakan untuk lini usaha energi BRPT yang dioperasikan oleh Star Energy.(bi/bani)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…