Pertemuan IMF-World Bank, BI Sepakat Perkuat Kerjasama

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional dalam Pertemuan Tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank) di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo yang menghadiri rangkaian acara tersebut menyampaikan, BI sepakat bahwa diperlukan upaya bersama. "Yakni untuk meningkatkan kerja sama, memitigasi risiko, meningkatkan resiliensi dan mengimplementasikan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan melalui bauran kebijakan," katanya dilansir siaran pers BI, kemarin (21/10).

BI juga mendukung kelanjutan kajian Integrated Policy Framework yang sedang dilakukan IMF untuk meningkatkan pemahaman dan efektivitas kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh setiap negara sesuai dengan karakteristik dan kondisinya. Berbagai risiko tetap mengancam pertumbuhan ekonomi global antara lain berupa ketegangan perdagangan. Ini berimplikasi pada ketidakpastian kebijakan, risiko geopolitik, pengetatan kondisi keuangan di tengah terbatasnya ruang kebijakan, tingginya tingkat utang, dan meningkatnya kerentanan di sektor keuangan. Di samping itu, risiko terkait perubahan iklim juga menjadi perhatian pada Pertemuan Tahunan.

Ini dipandang memiliki dampak bagi stabilitas sistem keuangan sehingga perlu segera dimitigasi dengan kebijakan di sektor keuangan. Lebih lanjut, perkembangan teknologi pun menjadi topik diskusi sehubungan dengan manfaat dan juga risikonya. "Sehingga diperlukan upaya untuk menyeimbangkan dukungan bagi inovasi di sektor keuangan dengan pengaturan pengawasannya," katanya.

Dalam plennary meeting International Monetary and Financial Committee (IMFC), peserta mendukung Global Policy Agenda IMF yang disampaikan Managing Director IMF yang baru, Kristalina Georgieva. Program tersebut berupaya untuk memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan resiliensi dan meningkatkan inklusivitas perekonomian global.

Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan yang lebih berkesinambungan, termasuk memfasilitasi solusi global terkait teknologi finansial (tekfin) yang sejalan dengan Bali Fintech Agenda. Upaya yang akan dilakukan IMF tersebut dilatarbelakangi pertumbuhan perekonomian global yang diperkirakan melambat dari 3,6 persen pada 2018 menjadi 3,0 persen pada 2019, sebelum akhirnya diproyeksikan kembali melanjutkan momentum positif menjadi 3,4 persen pada 2020.

Pada rangkaian pertemuan tahunan tersebut juga diselenggarakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Pada pertemuan tersebut Dody menyampaikan pentingnya mengatasi kerentanan di sektor keuangan yang disebabkan oleh fragmentasi di sektor keuangan untuk memastikan resiliensi dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

BI menekankan pentingnya melanjutkan agenda reformasi di sektor keuangan, dengan tetap memperhatikan fleksibilitas bagi otoritas sesuai dengan kondisi spesifik di setiap negara. Hal ini dapat dicapai melalui identifikasi kerangka pengaturan dan pengawasan yang ada untuk mengatasi kerentanan yang ada dan kerja sama internasional yang dibutuhkan, termasuk yang disebabkan dari perkembangan teknologi.

BERITA TERKAIT

Industri Keuangan Diingatkan Pentingnya Mitigasi Terhadap Gejolak

    NERACA   Jakarta - Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengingatkan pentingnya mitigasi bagi industri…

DNKI : Transaksi Nontunai Baru 34%

    NERACA   Jakarta - Head of Project Management Office Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus mengatakan saat…

LPS Sebut Telah Likuidasi 101 Bank

      NERACA   Purwokerto - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2005 telah melikudiasi sebanyak tujuh Bank Perkreditan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jadi Pesaing Bank, Bunga Fintech Masih Tinggi

    NERACA   Jakarta – Hadirnya perusahaan-perusahaan Financial Technology (Fintech) di industri jasa keuangan cukup diterima oleh masyarakat luas.…

Fintech ALAMI Raih Pendanaan dari 4 Investor Multinasional

    NERACA   Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah ALAMI mengumumkan komitmen pendanaan dengan empat…

Bank Muamalat Salurkan Pembiayaan ke Supplier Barata Indonesia

    NERACA   Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melakukan kerja sama Supply Chain Financing (SCF) dengan PT…