Sebulan Beroperasi, Masduit Berhasil Jual 1 Kg Emas

NERACA

Jakarta - Aplikasi jual beli emas, Masduit berhasil mencatatkan penjualan hampir 1 kg emas sejak dimulainya operasional sejak 19 September 2019 lalu. Co Founder dam CEO Masduit Bony Faliandri Hudi menyampaikan bahwa transaksi yang dicatat dalam aplikasi Masduit hampir mendekati 1 kg emas. "Kami targetkan hingga akhir tahun nanti, setidaknya bisa menjual hingga 5 kilogram emas," ungkap Bony saat berdiskusi dengan wartawan di kantornya, Jumat (18/10).

Meski telah menjual hingga 1 kg emas, namun Bony mengatakan bahwa pihaknya baru akan untung ketika bisa menjual 3,5 kg emas per bulan. "Target keuntungan baru kita prediksi tercapai pada tahun ketiga. Akan tetapi kita tetap optimis penjualan akan semakin baik seiring edukasi tentang emas. Disamping itu, kita juga menyiapkan beberapa produk emas mulai dari 0,1 gram, 0,25 gram, 0,5 gram hingga 1 gram. Jadi kami adalah satu-satunya produk emas yang memiliki produk dengan nilai emas terkecil yaitu 0,1 gram," ucapnya.

Sebulan beroperasi, jumlah download aplikasi Masduit mencapai 1.000 pengunduh. "Saat pertama kita memasang target terlalu optimis, akan tetapi jumlah saat ini juga kami tetap bersyukur karena 10 persen diantaranya cukup aktif menggunakan aplikasi untuk jual dan beli emas," katanya. Tak hanya lewat aplikasi, Masduit juga menggunakan jalur lainnya untuk menjual emas yang diproduksi oleh PT Hartadinata Abadi, seperti lewat instagram hingga lewat whats app.

Bony menjelaskan bahwa yang paling membedakan Masduit dengan perusahaan jual belie mas online adalah sistem integrasi vertikal yang lansung berhubungan dengan pabrik emas yaitu PT Hartadinata Abadi Tbk yang telah terdaftar di OJK. Hal ini menyebabkan rantai pasokan menjadi lebih efisien sehingga harga logam mulia bisa menjadi lebih murah dan produk dijamin keamanan dan keasliannya.

"Jadi, kenapa harus beli emas di MasDuit, nilai tambah kami adalah transaksi logam mulia dapat dilakukan dengan aman, cepat, dan mudah melalui handphone. Kami pun bisa menjamin bahwa harga emas yang kami tawarkan merupakan termurah dari pada yang lainnya," jelas Bony.

Fitur layanan yang ditawarkan setiap pembelian produk ini adalah bebas biaya pengiriman setiap pembelian dalam jumlah tertentu. Yang paling penting, MasDuit sudah mendapat izin komersial dari Kominfodengan nomor 01581/DJAI.TSE/ 06/2019. Selain itu, berdasar diskusi dengan Bappepti, transaksi emas yang dilakukan di MasDuti merupakan transaksi retail spot, tidak termasuk dalam transaksi berjangka.

Bony juga menjelaskan, seperti platform jual-beli emas online pada umumnya, untuk bisa bertransaksi, pengguna harus memiliki akun dengan mendaftarkan email melalui aplikasi. Selanjutnya, saat ingin membeli emas, pilih kuantitas yang diinginkan, kemudian bayar melalui metode yang tersedia, seperti virtual account, kartu kredit, debit maupun transfer ATM.

Setelah itu, emas akan tersimpan otomatis di e-wallet aplikasi dan disimpan di Kustodian yang merupakan anak usaha PT Hartadinata Abadi Tbk untuk menjamin keamanan. Apabila sudah mencapai jumlah tertentu, pelanggan dapat mencetak emas ke ukuran yang tersedia, dalam bentuk logam mulia dan dapat dikirimkan maupun diambil di toko partner perusahaan ini.

BERITA TERKAIT

Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai 79,24%

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan realisasi penerimaan bea dan…

Kemenaker Klaim Angka Pengangguran Terendah Sejak Reformasi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengatakan angka pengangguran di Tanah Air pada 2019 mengalami penurunan hingga…

Pengguna Transportasi Umum di Jabodetabek Baru 30%

    NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebutkan hingga saat ini penggunaan angkutan umum di wilayah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Cegah Kartel Perdagangan Nikel, Aturan Pertambangan Perlu Diperbaiki

NERACA Jakarta - Dugaan praktek kartel perdagangan nikel domestik oleh pabrik smelter yang telah beroperasi di Indonesia kian meresahkan pengusaha…

Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai 79,24%

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan realisasi penerimaan bea dan…

Kemenaker Klaim Angka Pengangguran Terendah Sejak Reformasi

  NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengatakan angka pengangguran di Tanah Air pada 2019 mengalami penurunan hingga…