Pemerintah Susun Roadmap Pengembangan Biofuel

NERACA

Jakarta - Peta jalan pengembangan biofuel berbasis Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah tengah dikembangkan oleh tim teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memenuhi target bauran energi 2020-2045. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Dadan Kusdiana dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, menguraikan peta jalan ini tidak akan berisi angka semata, namun sudah dilengkapi dengan pembagian tugas para pemangku kepentingan dan parameter keberhasilan program, termasuk peran litbang. "Road map ini diharapkan menjadi dokumen penting untuk pemerintah, agar dapat menjadi salah satu referensi di masa mendatang," jelas Dadan.

Ditargetkan, dokumen peta jalan pengembangan biofuel berbasis sawit sudah siap pada akhir November 2019. Adapun supervisi kegiatan ini adalah Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Penyusunan peta jalan pengembangan biofuel itu akan menjadi panduan, seberapa besar investasi untuk mencapai target yang ditetapkan, jumlah insentif, jumlah bahan baku, jenis bahan baku, hingga cara mencapainya.

Sementara itu, Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menyampaikan untuk meningkatkan pasokan CPO sebagai bahan baku biofuel, pemerintah akan mendorong produksi di wilayah timur Indonesia, mengingat wilayah barat sudah mulai jenuh. Namun hal ini juga akan dipertimbangkan lebih lanjut, karena akan membutuhkan infrastruktur tambahan dan investasi baru. "Banyak hal yang perlu disiapkan, baik penyiapan bahan baku maupun teknologinya. Perlu dikembangkan pula teknologi yang dapat menghasilkan FAME dengan karakter mendekati solar," pungkas Feby.

Ia mengharapkan melalui forum diskusi grup akan mendapat masukan dan perkembangan data serta informasi terkait program peta jalan pengembangan biofuel berbasis sawit, jawaban atas masalah terkait pendanaan, investasi dan keekonomian dari pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit. Dari diskusi tersebut juga diharapkan akan terhimpun potensi dan mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi pemangku kepentingan di industri kelapa sawit dalam pengimplementasian program penyusunan peta jalan biofuel berbasis CPO.

Ketersediaan Energi

Direktur Eksekutif lembaga kajian Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung meyakini sawit bisa menjadi penyokong ketersediaan energi di Tanah Air seiring dengan semakin menurunnya produksi minyak dan gas bumi. “Bahan baku tersedia, teknologi telah kita kuasai baik di hulu maupun di hilir. Saya yakin sawit bisa menjadikan Indonesia mandiri energi,” ujarnya.

Dikatakannya, Institut Teknologi Bandung (ITB) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT Pertamina (Persero) telah melakukan riset yang hasilnya CPO bisa diubah menjadi green diesel, green gasoline dan green avtur. “Bahkan green avtur yang dihasilkan bisa tahan tidak beku di suhu di bawah -120 derajat celcius. Jadi sangat aman untuk bahan bakar pesawat terbang,” katanya.

Menurut Tungkot, CPO merupakan bahan baku biodiesel paling kompetitif jika dibandingkan dengan minyak nabati lain, misalnya minyak kedelai (soybean), minyak rapeseed, minyak bunga matahari (sunflower). Hal itu, tambahnya, disebabkan tanaman kelapa sawit lebih produktif jika dibandingkan dengan kedelai, rapeseed maupun tanaman bunga matahari.

Tungkot menjelaskan sawit bisa dijadikan berbagai macam produk energi. Di mana dalam pengembangannya terbagi menjadi tiga generasi. Generasi pertama yakni CPO atau minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO) bisa dibuat menjadi biodiesel, green diesel, green gasoline, green avtur, biogas dan biolistrik.

Sementara itu generasi kedua, biomassa kelapa sawit bisa diubah menjadi bioetanol dan biolistrik. “Dan pengembangan generasi ketiga yakni limbah pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) bisa menghasilkan biodiesel, biogas, biodiesel alga, dan biolistrik.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Serap Rp23 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp23 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN)…

MRT Kembangkan Pembayaran Tiket Lewat QR Code

    NERACA   Jakarta - PT Mass Rapid Transit Jakarta mengembangkan sistem pembayaran tiket baru dengan menggunakan QR Code…

Motor Penyumbang Polusi Terbesar di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan bahwa sepeda motor masih menjadi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Telan Dana Rp900 miliar, JAYA Ground Breaking Pasar Senen Jaya 1 dan 2

    NERACA   Jakarta - PT Pembangunan Jaya (JAYA) melakukan ground breaking proyek Senen Jaya 1 dan 2. Proyek…

Industri Plastik Tumbuh dengan Inovasi dan Teknologi - Pameran Plastics and Rubber Indonesia 2019

        NERACA   Jakarta – Pameran Plastics & Rubber Indonesia kembali digelar di Jakarta Internastional Expo Kemayoran…

DPR Dukung Pengembangan Program Kementan

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar mendukung program-program kementan termasuk pembentukan Komando Strategis Pembangunan…