Mewaspadai Potensi Gerakan Radikal Jelang Pelantikan RI-1 dan RI-2

Oleh : Muhammad Zaki, Pemerhati Sosial Politik

Menjelang hari pelantikan yang hanya tinggal menghitung jari ini, imbauan kewasapdaan akan gerakan radikalisme terus berdatangan. Sebab, hari-hari tersebut dinilai rawan disusupi oleh kelompok radikal untuk menunjukkan eksistensinya.

Aneka ajakan serta imbauan agar terus berhati-hati dan waspada akan kelompok-kelompok menyimpang berpaham radikal terus meningkat. Seiring Pelantikan yang hanya tinggal 4 hari saja. Bukan maksud membuat kecemasan, namun agar seluruh warga tetap mampu bersikap netral dan tidak terprovokasi dengan arus dari oknum-oknum tersebut. Sebab, paham radikal ini masih banyak ditemukan di tanah air, juga banyak orang yang mudah terpapar paham semacam ini.

Imbauan untuk lawan gerakan berhaluan kiri ini datang dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Kota Pekalongan. Forum ini mengajak turut serta masyarakat guna menangkal segala wujud gerakan radikalisme serta meningkatkan kewaspadaan jelang pelantikan 20 Oktober mendatang.

Achmad Marzuki, selaku Ketua FKUB Kota Pekalongan mengatakan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah selesai dan berjalan demokratis, adil, jujur dan transparan. Maka dari itu pihaknya mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan serta keutuhan NKRI dan menolak upaya apapun serta pihak manapun yang akan memobilisasi unjuk rasa maupun gerakan lainnya yang berbau radikalisme.

Dirinya menilai jika gerakan tersebut akan menyalahi peraturan sehingga masyarakat tak perlu melakukan kegiatan yang mana melibatkan banyak orang dengan arah untuk kepentingan kelompok tertentu. Ia juga menyampaikan jika FKUB Pekalongan ini telah memberikan sejumlah penerangan pada umatnya terkait kemungkinan adanya pergerakkan dari kaum berhaluan kiri tersebut, serta menghadapinya. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polri dan TNI, beserta Pemda guna mengantisipasi kemungkinan adanya aksi demo yang akan menjadikan citra buruk bagi bangsa serta keutuhan NKRI.

Penyebaran bahaya paham ini tak hanya melalui masyarakat saja namun juga ke dunia digital seperti media sosial (medsos). FKUB Pekalongan, juga akan selalu berperan aktif guna mengatasi masalah itu karena tidak menutup kemungkinan pemahaman radikalisme ini akan merambah ke semua lini masyarakat. Lebih lanjut pihaknya turut mengajak agar warga tidak mudah diadu domba oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Sehingga kita dapat menjaga negara ini dalam bingkai NKRI yang tetap berbhineka serta berideologi Pancasila.

Di lain pihak seruan untuk tolak radikalisme juga datang dari Bima Arya, selaku walikota Bogor. Dirinya mengimbau serta mengajak seluruh lini masyarakat guna mendukung dan mensukseskan momentum pelantikan Jokowi - Ma'ruf 20 Oktober mendatang. Hal ini ia sampaikan dalam mengamankan situasi jelang agenda kenegaraan ini. Ia menyatakan agar masyarakat menolak segala instruksi berbau radikalisme, anarkisme dan terorisme dai pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, melalui ajakan di jejaring sosial maupun selebaran. Pihaknya berharap agar kita mampu menjaga kondusifitas. Sehingga pelantikan Presiden dapat kita sambut dengan penuh suka cita serta mempererat kebersamaan kita.

Sementara itu, guna menghadapi situasi politik Indonesia yang memanas membuat para relawan Jokowi berkumpul bersama untuk menggelar diskusi serta konsolidasi untuk ikut mengamankan situasi Polemik saat ini. Penanggung Aliansi Relawan Jokowi (ARJ), R. Haidar Alwi menyatakan jika pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada akan timbulnya gerakan radikal yang dinilai membahayakan Jokowi. Sehingga akan mampu mewujudkan kondusifitas serta lancarnya prosesi pelantikan tersebut. Ia menerangkan jika pihaknya akan setia dan mendukung Jokowi tanpa pamrih. Ia juga berharap semoga puncak pesta demokrasi ini lancar dan tidak ada gangguan sama sekali.

Tak lupa ia menambahkan jikalau Jokowi telah dilantik, pihknya yakin akan dapat membangun negara ini serta Indonesia lebih maju kedepannya, makmur serta memakmurkan rakyatnya menjadi Macan Asia. Pun ia menyatakan agar tetap semangat dan membela Jokowi serta turut mengawal dan melindungi Jokowi dalam pemerintahan selama 5 tahun kedepan.

Dengan banyaknya imbauan terkait masalah ini, mari kita kuatkan mental untuk melawan gerakan radikalisme guna menjaga keutuhan dan persatuan NKRI, terlebih menjelang pelantikan Presiden dan wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf pada 20 Oktober mendatang. Semoga semua dapat berjalan lancar dan mereka mampu mengeban amanat dengan maksimal.

BERITA TERKAIT

Disparitas Beban Iuran dalam JKN

Oleh: Ferdinandus S Nggao, Kepala Kajian Kebijakan Sosial LM FEB-UI Pemerintah akhirnya menetapkan kenaikan iuran jaminan sosial kesehatan (JKN). Hal…

Optimisme Pemerintah Mewujudkan Indonesia Maju

  Oleh : Adyarso Winardi, Pemerhati Sosial Ekonomi   Cita-cita menjadi Indonesia maju adalah mimpi yang tidak pernah padam. Pemerintah…

Media dan Generasi Muda Kunci Strategis Membangun Bangsa

  Oleh : Abdul Rahmat, Ikatan Pers Mahasiswa Jakarta   Dalam kesempatan Pidato Politik “Visi Indonesia” Presiden Republik Indonesia Ir…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipertanyakan Asing, Wajarkah?

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) BPS (Badan Pusat Statistik) mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2019…

Mitigasi Risiko Turunnya Ekspor Indonesia

Oleh: Gresika Bunga Sylvana, Mahasiswa S2 Risk Management City University of New York Amerika Serikat terancam mengalami resesi ekonomi. Kabarnya,…

Mengecam Aksi Ledakan Bom di Medan

  Oleh : Dodik Prasetyo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)   Kewaspadaan terhadap ancaman terorisme tidak boleh…