Tiga Investor Siap Serap Private Placement IKAI - Bidik Dana Segar Rp 242 Miliar

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) menyetujui aksi korporasi untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.”RUPSLB memberikan restu perseroan untuk menggelar private placement,”kata Direktur Utama Intikeramik Alamasri Industri, Teuku Johas Raffli di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, saat ini sudah ada tiga kandidat yang akan menjadi investor strategis untuk menyerap private placement IKAI. Sejumlah investor strategis itu merupakan perusahaan investasi dari dalam dan luar negeri. Meski demikian, dia belum dapat menyebutkan nama-nama investor strategis itu. Perseroan memperkirakan pelaksanaan private placement paling cepat pada akhir tahun ini atau harapannya dapat selesai pada awal tahun depan.

Menurutnya, private placement ini membuat struktur neraca perseroan semakin membaik, di mana peningkatan modal membuat DER (debt to equity ratio) menjadi 51% dibandingkan sebelumnya 68%. Disampaikannya, jika harga pelaksanaan private placement pada harga Rp200 per saham, maka dana segar yang dikantongi perseroan sebanyak-banyaknya sebesar Rp242 miliar. Dana itu akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak usaha perseroan.

Perseroan akan melakukan private placement sebanyak-banyaknya sebesar 1,21 miliar saham seri B atau 10% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan per tanggal 30 Juni 2019. Saham-saham yang akan dikeluarkan oleh perseroan tersebut adalah saham atas nama dengan nilai nominal yang sama dengan nilai nominal saham-saham seri B perseroan yang telah dikeluarkan yaitu Rp50 per saham.

Harga pelaksanaan saham PMTHMETD paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari Bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan Pencatatan saham tambahan hasil PMTHMETD. Asal tahu saja, lesunya bisnis keramik dalam negeri cukup menekan kinerja IKAI. Hal inipula yang menjadi alasan PT Internusa Keramik Alamasri (IKAI) sebagai anak usaha perseroan belum menjalankan mesin produksi secara penuh. Sehingga berakibat merosotnya pendapatan yang berasal dari penjualan keramik.

Di semester pertama 2019, perseroan membukukan pendapatan bersih mencapai Rp 34,62 miliar, naik berkali-kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,07 miliar. Sebanyak 97% disumbangkan oleh sektor perhotelan atau senilai Rp 33,81 miliar, dimana sektor keramik hanya berkontribusi Rp 811 juta saja. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini setidaknya perseroan telah mengakuisisi enam hotel dan berencana menambah tiga-empat hotel baru lagi dengan nilai investasi Rp 500 miliar. Saat ini perseroan mengaku tengah mempelajari ekspansi perhotelan tersebut.

Kata Johas, dirinya menilai sulit membukukan laba bersih sampai akhir tahun usai mengakuisisi perhotelan karena beban bunga yang masih tinggi. Sampai semester-I 2019 walau IKAI membukukan laba kotor senilai Rp 22,88 miliar, namun beban administrasi membengkak hingga Rp 29,38 miliar. Belum lagi ada beban keuangan Rp 15,55 miliar, sehingga rugi bersih yang diperoleh perusahaan mencapai Rp 34,56 miliar.

BERITA TERKAIT

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…