Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai 6,5% - Pada Kuartal I

NERACA

Jakarta—Krisis global yang berimbas terhadap perekonomian Indonesia diyakini takkan terlalu berpengaruh significant. Karena itu pemerintah merasa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama sesuai dengan yang ditargetkan yaitu 6,5%. “Kami meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia dikuartal 1 bisa sesuai dengan yang ditargetkan yaitu 6,5%, mudah-mudahan bisa sampai,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Brodjonegoro saat ditemui dikantornya, senin (9/4).

Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak didorong oleh factor konsumsi masyarakat yang tergolong tinggi dan nilai investasi yang cukup besar dari pada ekspor. “Nilai investasi yang kita punya dan konsumsi masyarakat yang tinggi bisa menggantikan peran ekspor dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Bambang menambahkan nilai ekspor di Indonesia diperkirakan akan turun. Namun kekurangan ekspor tersebut bisa ditutupi dengan investasi dan konsumsi, sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2012 diperkirakan bisa mencapai 6,5%. "Investasi dan konsumsi harus bisa menggantikan peran ekspor di 2012," ungkapnya

Diakui Bambang, pertumbuhan investasi tersebut tidak harus tumbuh dua kali lipat untuk dapat menutupi kekurangan ekspor di di 2012, cukup dengan bertumbuh sekira sembilan persen hingga 10 persen bisa menutupi hal tersebut. "Tidak harus dua kali lipat, tapi kalau bisa tumbuh sembilan persen hingga 10 persen tahun ini itu bisa me-recover kehilangan pertumbuhan dari ekspor,"paparnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan impor selama Januari-Februari 2012 mencapai USD29,5 miliar atau naik 21,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan impor tersebut didorong oleh meningkatnya impor seluruh golongan barang. Struktur impor periode Januari-Februari 2012 didominasi bahan baku atau penolong yang mencapai USD21,3 miliar. "Proporsi impor bahan baku penolong menurun dari 74,7 persen pada Januari-Februari 2011 menjadi 72,2% pada Januari-Februari 2012," jelas Wamendag Bayu Krisnamurthi belum lama ini.

Sebaliknya, pangsa barang modal pada periode Januari-Februari 2012 mengalami peningkatan menjadi sebesar 20,2 persen. Hal ini didorong oleh kenaikan impor produk Kendaraan Bermotor dan bagiannya, Besi dan Baja, dan Mesin dan Peralatan Mekanik. Sementara impor barang konsumsi turun dari delapan persen menjadi 7,7 persen. "Peningkatan impor barang modal dan bahan baku atau penolong terjadi dalam rangka mendukung peningkatan investasi (PMA dan PMDN) 2011 yang tumbuh 20,5 persen," jelas Wamendag.

Impor Indonesia pada Februari 2012 mencapai USD15 miliar atau meningkat sebesar 27,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri dari impor non?migas sebesar USD11,5 miliar yang naik 24,5% dari Februari 2012 dan impor migas sebesar USD3,5 miliar yang naik 37,3%. **bari

Related posts