IPO Semen Baturaja di Kuartal III - Butuh Delapan Lembaga Penunjang

NERACA

Jakarta - Sekretaris Perusahaan PT Semen Baturaja (Persero), Zulfikri Subli berharap pihaknya dapat segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal September 2012 mendatang. Target perolehan dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp1 triliun.

Dana akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi semen dari 1,2 juta ton menjadi tiga juta ton per tahun pada 2016 mendatang, meningkatkan struktur permodalan, serta meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG).

Meskipun begitu, saat ini perseroan tengah membuka pendaftaran (prakualifikasi) lembaga penunjang untuk penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan periode 9-12 April 2012.

Dia mengatakan, ada delapan lembaga penunjang yang dibutuhkan perseroan, yaitu penjamin emisi (underwriter), konsultan hukum, kantor jasa penilai publik, notaris, biro administrasi efek (BAE), humas, perusahaan percetakan, kantor akuntan publik (KAP) untuk verifikasi biaya dan hasil privatisasi.

"Untuk itu, para lembaga penunjang yang berminat dapat memasukkan dokumen pendaftaran penawarannya, sebab tanggal 12 April 2012 besok sudah ditutup," kata Zulfikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/4).

Setelah delapan lembaga penunjang terpilih, lanjut Zulfikri, maka perseroan akan memasukkan dokumen pendaftaran IPO ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bapepam-LK. "Tadinya kami mengharapkan bisa IPO pada Juli ini, namun karena baru melakukan prakualifikasi maka IPO bisa awal September," imbuhnya. Dalam dokumen pendaftaran IPO, perseroan akan menggunakan laporan keuangan akhir Maret 2012.

Zulfikri menambahkan, setelah melakukan prakualifikasi atas lembaga penunjang IPO tersebut, perseroan akan memilih tiga perusahaan dari masing-masing lembaga penunjang yang memenuhi persyaratan. Selanjutnya, pada 30 April 2012 kandidat dari masing-masing lembaga penunjang diusulkan untuk dipilih oleh tim privatisasi.

"Tim ini terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian BUMN, dan kita (Semen Baturaja). Untuk underwriter, langsung ditentukan oleh Menteri BUMN," tuturnya. Sementara itu, perseroan telah menunjuk penasihat keuangan (financial advisor), yakni Ernst & Young.

Bangun pabrik

Selain itu, terkait kinerja, Zulfikri mengatakan optimis volume penjualan sepanjang kuartal I-2012 berada di atas 290.000 ton dengan nilai Rp250 miliar. Penjualan tersebut, kata dia, terfokus di pasar domestik. “Dalam waktu dekat, kami akan membangun pabrik Semen Baturaja II di Sumatera Selatan dengan kapasitas 1,5 juta ton,” tambahnya.

Pabrik ini baru dapat direalisasikan pada akhir tahun ini atau awal 2013. Saat ini, perseroan tengah melakukan eksplorasi dan analisis dampak lingkungan (amdal). Dana pembangunan pabrik Semen Baturaja II ini akan diperoleh dari hasil IPO yang dilaksanakan awal September 2012.

Selain membangun pabrik baru, perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik penggilingan semen (cement mill). Fasilitas penggilingan semen yang bertempat di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan ini menelan investasi sebesar Rp350 miliar.

“Sekarang, kapasitas produksi kami kan 1,2 juta ton per tahun. Sedangkan fasilitas penggilingan semen akan memproduksi 300.000 ton semen per tahun, dengan kapasitas terpasang 700.000 ton. Tahun ini, kami juga menargetkan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun dengan laba bersih Rp248 miliar,” tutup Zulfikri. [ardi]

Related posts