APLN Kuras Rp 210 Miliar Akuisisi Pandega Citraniaga

Neraca

Jakarta – Ekanspi bisnis PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus menggurita, kali ini perseroan resmi mengakuisisi 65% saham PT Pandega Citraniaga (PC) senilai Rp210 miliar. Pandega Citraniaga sendiri adalah pemilik dan pengelola Mal Plza Balikpapan Kalimantan Timur dengan luas lahan 5 hektar

Presiden Direktur dan CEO APLN Trihatma Kusuma mengatakan, akuisisi ini merupakan penegasan salah satu strategi perseroan untuk mengembangkan mixed – use real estate di kota-kota berkembang lain, di luar pulau Jawa. "Akuisisi ini merupakan satu dari beberapa proyek dalam pembahasan untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan,"katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/4).

Dia menyampaikan, selain akuisisi, Agung Podomoro juga akan melakukan reklamasi untuk menambah lahan seluas 5 hektar yang akan dikembangkan sebagai kawasan superblock berskala kecil yang akan terdiri dari lifestyle mal, hotel, tower untuk apartemen dan perkantoran.

Sebagai informasi, Agung Podomoro memiliki 21 (Dua Puluh Satu) anak usaha di bidang properti di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Makassar, dan Balikpapan. Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, Agung Podomoro telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan kepada segmen masyarakat kelas menengah, dengan kisaran proyek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower.

Kinerja Positif

Sebelumnya, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan dan laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp581,03 miliar pada 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp241,11 miliar.

Penjualan dan pendapatan usaha Agung Podomoro naik menjadi Rp3,84 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,93 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung naik menjadi Rp2,41 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,32 triliun.

Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,40 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp611,55 miliar. Laba per saham dasar sebesar RP28,34 pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp19,45.

Kewajiban perseroan naik menjadi Rp5,75 triliun pada 2011 dari tahun 2010 sebesar Rp3,54 triliun. Ekuitas perseroan naik dari Rp4,21 triliun pada 2010 menjadi Rp5,02 triliun pada 2011. Aset perseroan naik menjadi Rp10,78 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp7,75 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp1,83 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp1,87 triliun. (bani)

Related posts