ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO - Gandeng Kerjasama HIPMI

NERACA

Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng kerjasama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung.”Goals ModalSaham adalah membantu perusahaan yang sudah diberikan permodalan melalui platform ModalSaham untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan besar, salah satunya dengan IPO, 2-3 tahun setelahnya”kata Muhammad Reza Alkhawarismi, CEO ModalSaham dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dengan IPO memberikan banyak manfaat untuk perusahaan seperti akses permodalan jangka panjang, peningkatan nilai dan image perusahaan, serta insentif pajak. Selain itu, lanjutnya, ModalSaham akan membimbing perusahaan tersebut melalui business services yang dimiliki untuk dapat memiliki manajemen yang professional, memiliki laba, dan memiliki asset nyata, sehingga lebih mudah untuk proses IPO dan dapat diterima dengan baik oleh publik.

Sementara Rijalul, Ketua Umum HIPMI PT Kota Bandung mengatakan bahwa ModalSaham merupakan solusi terobosan permodalan, dan akan sangat membantu para mahasiswa dalam mengembangkan usahanya. "Platform seperti ModalSaham lah yang sangat ditunggu oleh mahasiswa HIPMI PT. Selama ini kami merasakan susahnya mendapatkan modal, karena mayoritas dari kami tidak memiliki jaminan, dan belum bankable, jadi tidak mungkin meminjam ke Bank. Yang kami lakukan umumnya adalah pitching ke senior-senior HIPMI untuk dapat berkolaborasi dengan bisnis kami. Saya rasa senior di HIPMI pun bisa mendapatkan maanfaat dari hadirnya ModalSaham ", ungkap Rijalul.

Menurutnya, banyak yang bisa dikolaborasikan dari HIPMI dan ModalSaham. Dimana pihaknya sangat mensupport ModalSaham yang menjadi the first floor sebelum IPO. “Ini akan membantu ekosistem pengusaha dapat maju, sehingga perekonomian nasional pun akan dapat bertumbuh lebih tinggi lagi, dengan banyaknya perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia,”ujarnya.

Asal tahu saja, saat ini banyak perusahaan yang memiliki produk dan jasa yang bagus, market yang jelas, namun susah untuk berkembang. Dimana mayoritas pelaku usaha memiliki masalah yang sama, yaitu akses permodalan. Maka kehadiran ModalSaham melalui platformnya, www.modalsaham.co.id, dapat menjadi solusi akses permodalan untuk para pengusaha. Pengusaha tidak harus memiliki jaminan, tidak ada bunga, dan tidak ada kewajiban mengembalikan modal yang diberikan karena sifatnya penyertaan modal, bukan hutang.

Nantinya, pengusaha hanya perlu melepas sebagian saham perusahaannya dan memberikan dividen kepada investor jika usahanya mendapatkan keuntungan. Namun, untuk mendapatkan modal melalui ModalSaham, tidaklah mudah karena harus melalui proses kurasi yang sangat ketat dari CSA Research yang menjadi partner ModalSaham, dan hanya bisnis terbaik lah yang dapat lolos kurasi tersebut.

BERITA TERKAIT

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…