Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA

Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di kuartal tiga tahun ini turun. Tercatat total produksi nikel dalam matte PT Vale Indonesia Tbk mencapai 50.531 ton dalam 9 bulan pertama 2019. Volume tersebut turun 6,81% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin

Perseroan memproduksi nikel dalam matte sebanyak 13.080 ton pada kuartal I/2019, 17.631 ton pada kuartal II/2019, dan 19.820 ton pada kuartal III/2019. Secara kuartalan, volume produksi pada kuartal III/2019 lebih tinggi 12% dari volume produksi pada April-Juni tahun ini.”Produksi pada kuartal III/2019 lebih tinggi dibandingkan dengan produksi pada kuartal II/2019 karena telah selesainya aktivitas-aktivitas pemeliharaan utama," kata CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia, Nico Kante.

Kendati mencatatkan pertumbuhan volume produksi secara kuartalan, total volume produksi nikel dalam matte INCO dalam 9 bulan tahun ini lebih rendah dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya. Pasalnya, produksi INCo pada Januari-September 2018 tercatat mencapai 54.227 ton."Kami optimistis bisa mencapai target produksi 2019 sekitar 71.000 ton," tuturnya.

Untuk mencapai target tersebut, INCO harus memproduksi nikel dalam matte sekitar 20.469 ton pada kuartal IV/2019. Pada tahun ini, proyeksi pendapatan INCO senilai US$759 juta pada 2019 dan US$809 juta pada 2020. Sementara itu, target laba bersih US$48 juta pada 2019 dan US$65 juta pada 2020. Kemudian soal divestasi saham, INCO bersama Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining serta PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan sehubungan dengan kewajiban divestasi saham.

Perseroan mengungkapkan bahwa perjanjian pendahuluan yang diteken pada 11 Oktober 2019 merupakan langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara Vale Indonesia dan Inalum dalam mengelola sumber daya mineral strategis di Indonesia. Ditekennya perjanjian itu sejalan dengan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 1706/32/DJB/2019 tanggal 8 Oktober 2019 yang menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah menunjuk Inalum sebagai perwakilannya dalam mengambil alih 20% saham Vale Indonesia untuk memenuhi kewajiban divestasinya.

Disampaikan Direktur Keuangan Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, para pihak berencana untuk menandatangani perjanjian-perjanjian definitif utama pada akhir 2019 dan menyelesaikan keseluruhan transaksi dalam waktu 6 bulan setelah penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif tersebut. Penandatanganan perjanjian ini, lanjutnya, menempatkan Vale Indonesia pada posisi yang tepat untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan memperkuat komitmen jangka panjang Vale Indonesia terhadap pengolahan sumber daya nikel guna peningkatan nilai tambah, keberlanjutan dan pemberdayaan lokal di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…