Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras - Progres Pabrik di Sumses Capai 30%

NERACA

Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) terus memacu kapasitas produksinya. Apalagi, pembangunan pabrik beras di Ogan Ilir Sumatera Selatan telah masuk tahap konstruksi. "Progres pabrik di Sumsel sudah 30%. Investasinya sendiri sudah terserap 20%-30%,”kata Investor Relation Buyung Poetra Sembada, Dion Surijata di Jakarta, pekan lalu.

Disampaikannya, proses pembangunan telah masuk tahap pendirian rangka bangunan. Dimana untuk membangun pabrik tersebut, perseroan mengalokasikan investasi senilai Rp100 miliar dan hingga September 2019, perseroan telah menyerap 20%-30% dari alokasi investasi. Perseroan masih optimistis dapat menyelesaikan tahap pertama pabrik di Ogan Ilir pada akhir 2020. Dengan begitu, HOKI bakal memiliki tambahan kapasitas produksi 20 ton per jam yang berasal dari pabrik itu.

Selanjutnya, masih ada tambahan kapasitas produksi 20 ton per jam di tahap kedua yang selesai akhir 2021. Dengan demikian, pabrik di Ogan Ilir memiliki kapasitas produksi 40 ton per jam. Setelah pembangunan pabrik di Ogan Ilir selesai, perseroan meyakini dapat mendorong distribusi beras kemasan di jaringan Alfamart di wilayah Sumatra.

Dion menyebutkan, kontribusi penjualan di jaringan Alfamart masih sangat kecil, meski tidak menyebutkan angkanya. Lebih lanjut, HOKI saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 50 ton per jam. Kapasitas produksi ini berasal dari pabrik di Subang Jawa Barat sebesar 50 ton per jam dan Cipinang, Jakarta sebesar 5 ton per jam.”Kami ada penambahan kapasitas di pabrik Subang, dari 30 ton per jam menjadi 50 ton per jam, yang baru berjalan di bulan ini," katanya.

Sepanjang tahun ini, HOKI mengincar penjualan dan laba tumbuh 15% secara tahunan. Perseroan optimistis target ini dapat tercapai hingga akhir tahun. Menurut analis PT RHB Sekuritas Indonesia, Michael Setjoadi, kapasitas produksi HOKI di Pabrik Subang meningkat 57% secara tahunan, setelah menambah kapasitas 20 ton per jam. Penambahan kapasitas akan membawa potensi pertumbuhan volume yang lebih besar dalam 3 tahun ke depan.

Lebih lanjut, tantangan terbesar bagi perusahaan beras yakni ketentuan harga jual (HET) dan bahan baku. Meski demikian, pengalaman panjang HOKI di industri ini membantu dalam mengamankan harga yang lebih baik dan padi kualitas tinggi dari para suplier yang berjumlah sekitar 205 di seluruh wilayah Indonesia. Di semester pertama 2019, PT Buyung Poetra Sembada Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp56,45 miliar atau naik 11,9% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp50,48 miliar.

Selain laba yang tumbuh, penjualan perseroan juga naik 12,43% menjadi sebesar Rp859,49 miliar, dibanding semester I tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp764,46 miliar. Sedangkan, total beban pokok penjualan naik 12,36% menjadi Rp736,89 miliar dibanding akhir semester I 2018 yang tercatat sebesar Rp655,14 miliar. Adapun pada catatan ekuitas tertulis Rp832,27 miliar atau naik 9,76% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp758,84 miliar.

BERITA TERKAIT

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Pacu Bisnis, BTN Syariah Buka Cabang di Kendari

NERACA Jakarta- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kian mengembangkan bisnis syariahnya dengan membuka Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di…

Sikapi Kasus Hanson International - Tantangan Menjaga Kepercayaan Investor Yang Sehat

Di tengah geliatnya pertumbuhan industri pasar modal, dari segi nilai transaksi, jumlah investor lokal dan produk investasi yang ditawarkan, rupanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…