Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

NERACA

Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan (Light Rail Transit/ LRT) Jabodebek sebesar Rp12.000 untuk setiap perjalanan. "Itu sudah subsidi, karena harga komersialnya sebesar Rp25.000. Pemerintah subsidi 50 persen," ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, perkiraan tarif harga tiket LRT Jabodebek itu nantinya bisa mengalami perubahan ke depannya. "Bisa ada perubahan, sementara ya itu dulu," kata Menhub. Ia mengemukakan terdapat tiga rute yang akan dilayani oleh LRT Jabodebek tersebut, yakni rute Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang Bekasi Timur.

Saat ini, lanjutnya, pengerjaan untuk lintas Cawang-Cibubur sudah mencapai sebesar 85,7 persen, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 56,1 persen, dan lintas Cawang-Bekasi Timur sebesar 59,5 persen.Menhub Budi Karya menambahkan pada 18 Oktober nanti akan dilakukan uji coba LRT Jabodebek untuk lintas Cawang-Cibubur. Uji coba operasi LRT Jabodebek akan dimulai, meski progres pembangunan belum sepenuhnya rampung.

"Tahap pertama ini uji coba selama satu bulan, berarti sampai 18 November. Kita melakukan bersamaan, melakukan tes sarana dan juga konstruksi di lintas lainnya. Kami berharap November 2021 semua sudah bisa selesai," kata Menhub. Ia juga mengatakan LRT Jabodetabek itu akan menggunakan sistem persinyalan moving block yang diatur secara tepat waktu dengan komputer. Teknologi itu diyakini akan memperpendek head way (jangka waktu kedatangan) rangkaian kereta, sehingga dapat mengangkut lebih banyak penumpang.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi pembangunan LRT Jabodebek yang mulai terlihat hasilnya. "Pekerjaan yang panjang ya, tapi saya kira sudah mulai kelihatan buahnya," ucap Luhut.

Ia menambahkan LRT Jabodebek itu sedianya dapat mengangkut penumpang sebanyak 1.500 orang dalam satu rangkaiannya. Satu rangkaian yang terdiri dari enam gerbong."Satu gerbong bisa 250 orang, kalau enam ya kira-kira 1500 orang," kata Luhut. Oleh karena itu, ia berharap pengoperasian LRT Jabodebek kelak dapat mengurangi kemacetan dan polusi di wilayah tersebut.

PT Adhi Karya (Persero) selaku pemegang proyek LRT menyatakan telah menerima pembayaran keempat atas pekerjaan proyek kereta layang ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek sebesar Rp1,4 triliun.

Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi mengatakan bahwa pembayaran itu dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek tahap satu dari bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019. "Pembayaran LRT Jabodebek dilakukan oleh Pemerintah melalui PT KAI (Persero) berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," papar Entus usai prosesi pengangkatan kereta pertama LRT Jabodebek.

Dengan demikian, ia menambahkan, total pembayaran yang sudah diterima Adhi Karya dari pembangunan LRT Jabodetabek mencapai Rp8,3 triliun. Sementara nilai kontrak pembangunan LRT mencapai sekitar Rp20 triliun. "Total penerimaannya sudah mencapai Rp8,3 triliun," ucapnya.

BERITA TERKAIT

Kemenkeu Berharap Realisasi Belanja Membaik

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengharapkan realisasi belanja pemerintah yang sempat menurun di…

Ombudsman Temukan Maladministrasi Penyebab Blackout PLN

  NERACA   Jakarta - Ombudsman RI menyatakan ada maladministrasi yang menjadi penyebab listrik PLN padam total atau "blackout" pada…

PT Sarimelati Kencana Telah Miliki 500 Outlet Pizza Hut

      NERACA   Bekasi - PT Sarimelati Kencana Tbk., pemegang hak waralaba pizza terbesar di Indonesia, Pizza Hut,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Banggar DPR : Desa Siluman Puncak Gunung Es Permasalahan Dana Desa

  NERACA Jakarta - Munculnya kasus desa siluman dengan adanya transfer yang tidak wajar dari APBN ke desa-desa baru yang…

Kemenkeu Berharap Realisasi Belanja Membaik

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengharapkan realisasi belanja pemerintah yang sempat menurun di…

Ombudsman Temukan Maladministrasi Penyebab Blackout PLN

  NERACA   Jakarta - Ombudsman RI menyatakan ada maladministrasi yang menjadi penyebab listrik PLN padam total atau "blackout" pada…