Berkah Hasanah Card Bikin Bijak Mengelola Keuangan

Manusia dalam kehidupannya terkadang susah membedakan, mana kebutuhan dan mana keinginan. Alhasil dengan mengedepanan hawa nafsu untuk menunjukkan eksistensinya dan diterima di suatu kelompok, berbagai macam keinginan selalu dikedepankan tanpa mempertimbangkan perencanaan keuangan yang matang dan memperhitungkan income penghasilan yang masuk. Alhasil, segala bentuk kebutuhan dan keinginannya yang berlebih ibarat lebih besar pasak dari pada tiang.

Hal inilah yang menggambarkan kehidupan Santi (26), wanita single sebagai pekerja di salah satu perusahaan bank di Jakarta ini selalu melewati hidupnya dengan kekurangan. Pasalnya, gaji bulanan selalu saja terasa kurang. Di minggu pertama, gaji bahkan bisa berkurang lebih dari setengahnya karena memenuhi gaya hidup yang sudah terlampau tinggi sehingga menghabiskan banyak dana. “Setiap habis gajian, dana hanya sekedar lewat di rekening saja karena selebihnya untuk melunasi utang, termasuk utang kartu kredit,”ceritanya.

Dia akuinya, kemudahan transaksi dengan menggunakan kartu kredit dimana saja dan kapan saja menjadi alasan bagi dirinya kerajingan untuk terus menambah pengajuan kartu kredit di beberapa perusahaan bank. Apalagi, Santi merupakan travelerholic atau pecinta travel. Dimana tiap bulannya, selalu berlibur di berbagai kota domestik hingga liburan ke luar negeri. Alhasil, tagihan kartu kredit miliknya membengkak sehingga berujung terlilit utang kartu kredit. “Ya tiap bulannya, kehidupan saya lebih banyak gali lubang tutup lubang tanpa mempertimbangkan keuangan yang matang,”tandasnya.

Namun, kini kehidupannya menjadi tertata lagi setelah kembali menganalisa perencanaan keuangan dan termasuk menggunakan kartu kredit bank syariah. Penggunaan kartu kredit syariah, kata Santi, sempat membuat ragu karena pamornya kurang dibandingkan dengan kartu kredit bank konvensional dan begitu juga dengan promo dan marchant yang ditawarkan. Ya, keraguan dirinya menggunakan kartu kredit syariah terpatahkan setelah menggunakan kartu kredit BNI Syariah iB Hasanah Card.

Disampaikannya, menggunakan kartu kredit BNI Syariah iB Hasanah Card banyak keuntungan karena promo dan cash back yang ditawarkan tidak kalah dengan kartu kredit bank konvensional pada umumnya. SEVP Retail dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi menuturkan, ada tiga tipe kartu pembiayaan syariah yang ditawarkan yakni classic, gold, dan platinum. Adapun keunggulan yang ditawarkan antara lain, cakupan kerja sama dengan berbagai kategori merchant yang mencakup bidang fesyen, travel, pendidikan, hotel syariah, restoran dan e-commerce.

Kemudian, untuk kebutuhan perjalanan ke luar negeri, BNI iB Hasanah Card menggunakan jaringan Mastercard yang dapat diterima di seluruh dunia dengan rate yang kompetitif. Selain itu, perseroan juga kerap menggelar program promosi seperti cashback dan diskon untuk mendorong transaksi, baik untuk pembelian kebutuhan sehari-hari, tiket, maupun kebutuhan lainnya, juga promo hotel, restoran, paket umroh dan paket wisata muslim.”Perbedaan kartu kredit konvensional dengan BNI iB Hasanah Card adalah adanya akad yang melandasi penerbitan kartu, sistem perhitungan ujroh / fee, pembatasan transaksi dan kategori biaya yang muncul,”ungkap Iwan.

Dia menekankan, kartu pembiayaan syariah itu hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di merchant halal seluruh dunia pada merchant yang berlogo Mastercard. “Jika pengguna BNI iB Hasanah Card menggunakan kartu ini untuk transaksi di merchant nonhalal, maka akan otomatis tertolak.”jelasnya.

Targetkan Tumbuh 13,5%

Iwan mengatakan, saat ini pemegang kartu eksisting sebanyak 327.083 per akhir Juni 2019. Adapun volume transaksi penjualan sejak Januari 2019 hingga akhir semester I/2019 mencapai Rp674 miliar.“Kami menargetkan outstanding kartu BNI iB Hasanah Card sampai akhir tahun 2019 tumbuh 13,5% secara year on year,” katanya.

Ya, tren penggunaan kartu kredit syariah tiap tahunnya terus tumbuh seiring dengan promosi pemerintah untuk mendongkrak industri halal dan memperluas gaya hidup halal. Maka tidak heran, banyak pengguna kartu kredit konvensional mulai berhijrah ke kartu kredit syariah. Pertumbuhan pengguna kartu kredit syariah tidak hanya dialami BNI Syariah, tetapi juga dirasakan UUS CIMB Niaga. Disebutkan, performa segmen bisnis pengguna kartu kredit syariah mengalami pertumbuhan rata-rata yang cukup pesat sejak mulai ditawarkan pada 2014 lalu.

Selanjutnya, tren perkembangan portfolio sejak 2014 sampai dengan Juli 2019 terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan di atas 50% setiap tahun. Oleh karena itu, kehadiran Hasanah Card yang diluncurkan BNI Syariah tidak hanya berbicara bisnis, tetapi diharapkan bisa memberikan solusi yang hasanah bagi masyarakat dalam aktifitas agar lebih mudah, termasuk berbelanja online. Bahkan untuk memperkuat positioning iB Hasanah Card sebagai travel card, BNI Syariah juga bekerjasama dengan hotel syariah seperti Hotel Noor di Bandung, Hotel Namira di Surabaya, Hotel Cinnamon Bandung dan Grand Daffam Hotel.

Disampaikan Iwan, sejumlah promo menarik seperti diskon maupun cashback senantiasa diberikan BNI Syariah untuk para nasabahnya. Bahkan melalui, BNi iB Hasanah Card masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan. “Adanya kartu ini, diharapkan bisa membuat masyarakat berhijrah ke yang Hasanah. Bukan mendorong konsumerisme berlebihan,”katanya.

BNI Syariah sendiri mengklaim kartu Hasanah Card sendiri memiliki kelebihan dibandingkan kartu kredit konvensional, selain adanya akad yang melandasi penerbitan kartu juga ada sistem perhitungan ujroh atau fee, pembatasan transaksi, dan kategori biaya yang muncul. Kartu ini hanya dapat digunakan di merchant halal di seluruh dunia yang berlogo MasterCard. Kemudian biaya membership dibayar sekali setahun besarnya tergantung jenis kartu. Sementara biaya bulanan dikenakan berdasarkan besar limit kartunya dan jumlahnya tetap setiap bulan.

Selain itu, pengguna BNI iB Hasanah Card juga bisa mengajukan permintaan Increase Credit Limit melalui call center yang akan diproses maksimal satu hari. Iwan menambahkan sebagai bentuk apresiasi bagi pemegang kartu, nasabah akan mendapatkan cash rebate atas pembayaran yang dilakukan, berupa diskon yang menjadi pengurang biaya bulanan.

Asal tahu saja, kartu kredit syariah pada dasarnya bukanlah barang baru. Pasalnya, beberapa pelaku industri perbankan syariah juga sudah merambah bisnis tersebut meski pasarnya tidak terlalu besar. Lalu untuk payung hukumnya sendiri, bisnis kartu kredit syariah sudah ada fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sejak 2006. Kartu pembiayaan ini menggunakan akad Kafalah bil ujroh wal qardh. Secara prinsip, bank menjamin kepada merchant yang digunakan oleh nasabah, bahwa pembayaran akan dilakukan oleh nasabah. Atas jasa bank tersebut, bank berhak mendapat ujroh/fee dari nasabah.

Dalam akad kafalah, bank yang bertindak sebagai penerbit kartu kredit syariah akan menjadi penjamin di setiap transaksi, baik pembelanjaan maupun transaksi penarikan tunai di mesin ATM di luar milik bank penerbit kartu. Atas jaminan yang diberikan, bank penerbit kartu akan menerima sejumlah fee dari nasabah pemegang kartu. Kemudian, akad qardh merupakan pemberian pinjaman yang dilakukan oleh pihak bank penerbit atas transaksi penarikan tunai oleh pemegang kartu kredit syariah di mesin ATM milik penerbit kartu.

Adapun, untuk akad ijarah merupakan biaya keanggotaan (iuran tahunan) yang diberlakukan oleh bank penerbit kepada nasabah pemegang kartu yang juga disebut dengan fee keanggotaan.

BERITA TERKAIT

Opus Park Raih Penghargaan The Most Speciality Design Apartment in Bogor

Apartemen Opus Park yang berlokasi di CBD township Sentul City, Jl MH Thamrin No 63, Sentul City, Bogor yang dikembangkan…

Jakarta Garden City Raih Housing Estate Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Aset CIMB Niaga Auto Finance Tumbuh 14,6%

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membukukan aset sebesar Rp3,3 triliun pada sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lukai Kepercayaan Masyarakat - APRDI Dukung Tindakan Tegas OJK "Sentil" MI Nakal

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar yang menimpa manajer investasi Narada Aset Manajemen menjadi pil pahit bagi industri pasar modal.…

Waskita Beton Catatkan Kontrak Baru Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta – Di penghujung akhir tahun 2019 ini, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) terus tumbuh.…

Marak Perusahaan Delisting - Investor Diminta Berhati-hati Berinvestasi

NERACA Jakarta – Maraknya beberapa perusahaan yang didelisting dari pasar modal menjadi cambukan para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi.…