BEI Catatkan 12 Emiten Belum Rilis Keuangan - Ketapatan Laporan Keuangan

NERACA

Jakarta – Meskipun kepatuhan dan kedispilinan emiten dalam penyampaian laporan keuangan terus meningkat, namun pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mencatat ada saja beberapa emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan di semester pertama tahun 2019. BEI dalam laporannya di Jakarta, kemarin mencatat sebanyak 12 perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2019.

Keterlambatan penyampaian laporan keuangan ini bakal dikenakan peringatan tertulis hingga denda senilai Rp150 juta. Secara lebih diperinci, ada sembilan perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan Juni 2019 yang tidak ditelaah secara terbatas. Perusahaan-perusahaan ini bakal dikenakan denda senilai Rp150 juta.

Selain itu, satu perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan yang berakhir per 30 Juni 2019 yang ditelaah secara terbatas hingga 30 September 2019, dikenakan peringatan tertulis II dan denda senilai Rp50 juta. Kemudian, dua perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan akan dikenakan peringatan tertulis I.

Hingga saat ini, jumlah efek dan perusahaan yang tercatat di BEI mencapai 745 perusahaan. Perinciannya, sebanyak 684 perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan dan 61 efek tak wajib menyampaikan laporan keuangan Juni 2019. BEI mengumumkan ada 673 perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan yang berakhir per Juni 2019. Dari jumlah itu, terdapat 662 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan periode 30 Juni 2019.

Kemudian, tujuh perusahaan tercatat yang berbeda tahun buku telah menyampaikan laporan keuangan sesuai batas yag telah ditentukan. Selain itu, satu perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas dan tak diaudit menyampaikan laporan keuangan, bakal dikenakan peringatan tertulis I, peringatan tertulis II, dan denda Rp50 juta.

Dua perusahaan tercatat yang menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas dan tak diaudit, yang mana sebelumnya berencana menyampaikan laporan keuangan yang telah ditelaah secara terbatas dan diaudit oleh kantor akuntan publik, akan dikenakan peringatan tertulis I, peringatan tertulis II dan denda Rp50 juta dan peringatan tertulis III dan denda Rp150 juta.

Terakhir, satu perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas dan tak diaudit, tetapi sebelumnya berencana menyampaikan laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas, akan dikenakan peringatan tertulis II dan denda Rp50 juta.

BERITA TERKAIT

PGN Anggarkan Belanja Modal US$ 700 Juta

NERACA Jakarta – Sukses membangun jaringan pipa gas lebih luas lagi di tahun 2019, di tahun ini PT Perusahaan Gas…

Pertegas Komitmen Pembangunan - Meikarta Serah Terima Kunci 400 Unit Hunian

NERACA Jakarta – Memenuhi komitmen kepada pelanggannya, pengembang properti Meikarta akan segera serah terima kunci 400 unit hunian di area…

Lippo Karawaci Catatkan Penjualan Rp 1,85 Triliun

NERACA Jakarta –Bisnis properti sepanjang tahun 2019 masih dirasakan manisnya oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LKPR). Pasalnya, emiten properti ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BNI Terbitkan Global Bond US$ 500 Juta

Perkuat modal dalam mendukung ekspansi bisnisnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar atau global…

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…