Objek Wisata di Jayawijaya Tak Terdampak Kerusuhan Wamena

Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Jayawijaya, Papua, dikabarkan aman dari dampak kerusuhan yang terjadi pada dua pekan lalu hingga menyebabkan pengungsian besar-besaran. Arkeolog senior dari Balai Arkeologi Papua Haris Suroto di Kota Jayapura, pada Rabu (9/10), membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa letak obyek-obyek wisata di Kabupaten Jayawijaya aman dari kerusuhan karena memang berada di pinggir kota Wamena, tempat kerusuhan meletus. "Kerusuhan hanya terjadi di pusat perekonomian Wamena," kata Haris.

"Suku Dani sebagai pemilik obyek wisata budaya seperti mumi juga selalu menjaga peninggalan leluhur mereka sehingga objek wisata selalu dalam kondisi baik," lanjutnya.Oleh karena itu, Haris mengatakan, saat ini turis masih bisa berwisata ke objek-objek wisata yang berada di Kabupaten Jayawijaya, seperti pemukiman Suku Dani, Lembah Baliem, atau Situs Gua Kontilola.

"Situs Gua Kontilola dengan gambar alien di dalamnya masih bisa dikunjungi. Mama-mama Suku Dani yang kreatif juga masih produktif menganyam kerajinan untuk dijual kepada turis yang datang," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kegiatan ekonomi di Wamena, Jayawijaya Papua berangsur pulih usai dilanda kerusuhan beberapa waktu lalu. Salah satu tanda pergerakan roda ekonomi tersebut terlihat dari layanan kantor pos dan perbankan yang mulai buka.

Kepala PT Pos Indonesia Regional XI Wilayah Papua dan Papua Barat Lily Sellano, Jayapura menyatakan operasi kantornya mulai berjalan normal Senin (7/10)."Untuk wilayah Wamena sudah buka untuk layanan pensiun dan jasa keuangan, sedangkan layanan pengiriman surat akan diaktifkan alam pekan ini," katanya seperti dikutip Antara, Selasa (8/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar ratusan bangunan yang rusak, mulai dari kantor pemerintahan, rumah warga, serta ruko tempat usaha, akibat kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, segera diperbaiki.Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/10). Basuki melaporkan penanganan kerusakan bangunan akibat kerusuhan di Wamena. "Pelaksanaannya nanti melibatkan pengusaha lokal, dengan material lokal, dan juga pelaksanaannya dibantu oleh TNI," kata Basuki.

Wamena tak melulu soal Festival Budaya Lembah Baliem, tapi kawasan ini juga berisi kampung-kampung yang tak menarik untuk dikunjungi. Ada kampung yang memang cukup sulit dijangkau, bahkan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Tapi beberapa kampung memiliki akses yang bagus, Jiwika adalah salah satunya.

Jiwika adalah kampung di Distrik Kurulu yang berjarak sekitar 30 km dari Wamena. Jiwika ramai didatangi wisatawan, karena di sana terdapat mumi orang Papua yang diyakini telah berumur lebih dari 300 tahun. Untuk datang ke sana, pengunjung bisa naik taxi (sebutan angkot di Wamena) ke terminal Jibama. Tarif per orangnya Rp5.000.

Setelah sampai di Jibama, pengunjung harus berganti angkot lagi ke jurusan Kurulu dengan tarif Rp15 ribu. Jangan lupa bilang ke sopir untuk diturunkan di Jiwika. Pemandangan lansekap alam yang indah akan menjadi sajian selama perjalanan ke Kurulu. Sopir akan menurunkan pengunjung di pertigaan ke kampung wisata Jiwika. Ada plang nama yang menunjukkan arah ke lokasi Mumi. Cukup berjalan kaki sekitar 15 menit akan dijumpai Sirimo (komplek honai satu rumpun keluarga).

Perlu diingat jangan sembarang memotret sebelum mendapat ijin, penghuni honai akan menagih bayaran yang akan membuat pengunjung kaget. Di Sirimo, pengunjung akan disambut seorang perwakilan, dan akan menegosiasikan jasa pemotretan. Jika sepakat, maka mumi tertua itu akan dikeluarkan dan bebas difoto termasuk penghuni Sirimo.

BERITA TERKAIT

Sambut Hari Badak, Ada Konservasi Badak Baru di Lampung

Hari Badak Sedunia di Indonesia akan dimeriahkan dengan acara peresmian Suaka Rhino Sumatera II, yang berlokasi di Taman Nasional Way…

TN Bantimurung Masuk Daftar 'Taman Warisan ASEAN'

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah resmi ditetapkan sebagai sebagai ASEAN Heritage Park. Kepala Balai Taman…

Presiden Berharap Jembatan Youtefa Majukan Wisata Bahari Papua

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta agar Jembatan Youtefa setelah diresmikan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata bahari di Kota Jayapura.…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Kota Tua Peninggalan Belanda di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Belanda. Setelah Belanda terusir dan Indonesia merdeka, banyak bangunan dan situs peninggalan sejarah…

Masjid Apung Ancol Menambah Deretan Masjid Ikonik di Jakarta

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko berharap Masjid Apung Ancol dapat menjadi ikon wisata baru di Jakarta Utara dan Provinsi…

Air Terjun Benang Kelambu, Tempat Mandi Bidadari di Rinjani

Jika ingin merasakan "kehadiran" bidadari, silakan mampir ke Air Terjun Benang Kelambu di kaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat…