Meikarta Gandeng Produsen Gypsum Asal Jepang

Meikarta Gandeng Produsen Gypsum Asal Jepang

NERACA

Jakarta - PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) selaku pengembang hunian bertingkat Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggandeng produsen gypsum asal Jepang Yoshino Gypsum untuk mendukung pembangunan proyek ini.

"Penandatanganan kerja sama dengan pihak Yoshino sudah dilaksanakan tinggal merealisasikan pekerjaan," kata Chief Development Officer PT MSU Huang Chung Hsiun di Jakarta, Senin (5/8).

Alasan menggandeng Yoshino, menurut Huang, karena perusahaan ini merupakan market leader di Jepang, dengan 21 pabrik mampu mendapatkan market share sebesar 80,9% atau 417,5 juta meter persegi."Hampir semua gedung di Jepang sudah menggunakan produksi Yoshino Gypsum, antara lain Tokyo Sky Tree (tinggi 634 m, 35 lantai) dan Toranomon Building (tinggi 247 m, 52 lantai)," jelas Huang.

Alasan lain, selaku produsen Yoshino sudah diakui dunia sebagai penghasil gypsum dengan produksi tercepat dan efisien peringkat pertama di Jepang."Perusahaan asal Jepang ini telah memperoleh standar internasional untuk sehingga kualitasnya terjamin bagus," ujar dia.

Huang mengatakan selain memiliki pengalaman serta produknya sudah diakui dunia, hadirnya Yoshino diharapkan dapat menghadirkan produk berkualitas dan aman.

Sedangkan Vice President Director Yoshino Gypsum Koji Ohtsobo menyatakan kesiapannya untuk turut mendukung pembangunan Meikarta sampai rampung."Dengan teknologi yang kami miliki optimistis akan mampu mewujudkan produksi tercepat di dunia, serta mampu memasok produk berkualitas sesuai spesifikasi yang diharapkan untuk proyek Meikarta ini," kata Koji.

Melalui pertemuan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk memberikan kualitas terbaik bagi pembangunan di Meikarta. Meikarta sendiri saat ini sedang dalam pengembangan dengan 56 menara yang sedang dibangun bersamaan dengan 28 menara di antaranya sudah dibangun hingga lantai 29 sampai pada saat ini, dengan total nilai proyek lebih dari Rp278 triliun. Meikarta merupakan konsep kota masa depan di koridor Timur Bekasi-Cikarang. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok    NERACA Mataram - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan PT Sarana…

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC    NERACA Jakarta - Pameran properti "Indonesia Properti Expo" (IPEX) kembali hadir di…

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi    NERACA Jakarta - Sektor properti di tanah air dalam beberapa tahun belakangan dinilai…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok

Kemenparekraf-SMF Bermitra Biayai Rumah Penginapan di Mandalika Lombok    NERACA Mataram - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan PT Sarana…

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC

Pameran Properti IPEX 2019 Kembali Hadir di JCC    NERACA Jakarta - Pameran properti "Indonesia Properti Expo" (IPEX) kembali hadir di…

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi

Sektor Properti Alami Perlambatan, Industri Dituntut Inovasi    NERACA Jakarta - Sektor properti di tanah air dalam beberapa tahun belakangan dinilai…