Pemerintah Genjot Lahirnya Wirausaha Baru - Lewat Dua Pendekatan

NERACA

Jakarta - Pemerintah terus berupaya menggenjot lahirnya wirausaha baru melalui pendekatan by design dan pendekatan fast track. Rencana tersebut bertujuan untuk menciptakan lapangan usaha kreatif bagi generasi muda Indonesia dan mengelola sumber daya lokal menjadi produk yang akan menguasai pasar domestik dan internasional.

“Pendekatan by design dilakukan melalui serangkaian kegiatan rekrutmen, pelatihan, magang dan pemberian modal usaha sebelum menjadi wirausaha. Sedangkan pendekatan fast track dilakukan melalui kegiatan pemberian mesin dan peralatan kepada 1839 wirausaha baru,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Euis, program penumbuhan wirausaha baru merupakan dampak dari moratorium tenaga kerja Indonesia (TKI). “Jumlah TKI yang menerima bantuan peralatan dan wirausaha baru mencapai 855 unit,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Euis, wirausaha baru mampu meningkatkan pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. “Sektor IKM mampu memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional. Keterlibatan masyarakat di sektor IKM yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah, dapat menjadi penghela perekonomian baik di level daerah maupun pusat,” paparnya.

Euis menambahkan, komitmen dari semua pihak dalam membina dan mengembangkan IKM sangat diharapkan agar IKM dapat memiliki daya saing global. “Dengan berkembangnya sektor IKM, akan mendukung percepatan program hilirisasi industri,” tandasnya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta pihak perbankan mendukung pendanaan di sektor kewirausahaan dan pengembangan sektor usaha untuk para transmigran yang berada di wilayah transmigrasi. Menurut Muhaimin, hal itu untuk menciptakan wirausaha baru di kawasan transmigrasi dan mendorong perkembangan investasi.

“Dukungan perbankan sangat dibutuhkan untuk pengembangan kewirausahaan di wilayah transmigrasi. Untuk itu, pemerintah saat ini juga tengah mengupayakan konsep wirausaha terintegrasi di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM),” kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan dukungan perbankan terhadap wilayah transmigrasi sudah terlihat, namun masih terbatas. Hanya beberapa bank saja karena memang banyak bank yang tidak mampu melayani di kawasan pedesaan dan wilayah transmigrasi. "Oleh karena itu, kita terus ajak agar bank swasta yang mulai tertarik untuk mendukung wilayah pedesaan dan transmigrasi. Karena itu potensi ekonomi kreatif di pedesaan, lalu pembangunan infrastruktur pendessan juga memberikan peluang untuk wilayah transmigrasi,” jelasnya.

Dengan masuknya sektor perbankan di wilayah pedesaan dan kawasan transmigrasi, lanjut Muhaimin, akan mempermudah pengembangan pasar dan semacam economy center yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu,dapat membantu wirausaha di wilayah transmigrasi dan dapat memberikan nilai tambah dan kemudian berdampak mengalirnya arus investasi ke daerah dan menggerakkan ekonomi wilayah. “Bahkan sangat dimungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut dengan adanya dukungan permodalan wirausaha,” ujar Muhaimin.

Dijelaskan Muhaimin, saat ini terdapat 44 kawasan transmigrasi yang yang sudah berkembang menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM). Pada 44 KTM yang tersebar di seluruh Indonesia, pemerintah telah meningkatkan pengembangan 3 sektor, yakni sektor perkebunan, pertanian dan peternakan, sektor jasa dan wirausaha, serta pembangunan infrastruktur dan transportasi.

Related posts