Lippo Karawaci Catatkan Pendapatan Capai Rp 4,19 Triliun

Neraca

Jakarta –PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang melesat tajam sebesar 34% ditahun 2011 sebesar Rp 4,19 triliun dari tahun sebelumnya Rp 3,13 triliun. Tidak hanya itu, laba bersih perseroan juga naik 35% dari Rp 525 miliar di 2010.

Kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya, pencapain pendapatan yang tumbuh pesat tersebut memberikan dampak positif bagi pemegang saham. Pasalnya, perseroan akan membagikan dividen, “Kami akan membagikan dividen tahunan secara konsisten untuk menunjukkan penghargaan kami kepada para pemegang saham atas dukungannya kepada perseroan," katanya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, pembagian dividen ini setara dengan imbal hasil sebesar 1,17% terhadap harga per lembar saham Rp660 pada 30 Desember 2011. Dalam laporan kinerja keuangannya, seluruh divisi usaha LPKR mencatat pertumbuhan berkelanjutan yang memuaskan dengan kinerja pendapatan yang tinggi datang dari divisi usaha strategis residential/township. Pendapatan divisi ini meningkat 59% menjadi Rp2,04 triliun dari Rp1,28 triliun di 2010.

Sementara dpndapatan divisi hospitals naik 22% menjadi Rp1,26 triliun, sedangkan divisi commercial mencatat peningkatan pendapatan sebesar 17% menjadi Rp417 miliar, sementara divisi aset manajemen tumbuh 4% menjadi Rp473 miliar dari Rp454 miliar di 2010. Recurring Income LPKR tumbuh sebesar 16% menjadi Rp2,15 triliun, yang merupakan 51% dari total pendapatan LPKR untuk tahun tersebut.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan jika dengan outlook ekonomi Indonesia yang positif saat ini memberikan gambaran yang sangat baik bagi prospek LPKR ke depan. "Kami mengharapkan kinerja tinggi juga akan berlanjut di tahun 2012 ini. Kami berada pada arah yang tepat untuk memenuhi komitmen kami mentransformasi Perseroan menjadi perusahaan yang memberi dampak luas secara nasional melalui peningkatan skala bisnis Hospitals, Retail Malls, pengembangan perumahan melalui kota-kota mandiri dan pengembangan terpadu berskala besar, serta Asset Management," ujarnya.

LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp16,4 triliun atau US$1,8 miliar. (didi)

Related posts