Kucuran KPR BNI Capai Rp 1,8 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan telah membiayai kredit kepemilikan rumah (KPR) yang mencapai sekitar Rp 1,8 triliun selama 3 bulan pertama pada 2012. Apalagi pertumbuhan KPR tersebut didorong oleh rendahnya bunga sekitar 9%. BNI juga tengah memberikan promo bunga murah 7% fixed selama satu tahun. "Pertumbuhan KPR selama 3 bulan mencapai Rp 1,8 triliun. Total kredit KPR mencapai Rp 19,8 triliun," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto di Jakarta

Lebih jauh kata Darmadi, BNI menyediakan beberapa program salah satunya KPR murah dimana bunganya hanya 7%. BNI memang tengah mengadakan promo suku bunga KPR sekitar 7,49% selama satu tahun. Sedangkan untuk rata-rata KPR keseluruhan bunganya berada di 9%. "Tergantung programnya ya kalau bunga. Sekitar 7 persen ada fixed satu tahun. Ya kalau di rata-ratakan ada yang 9%," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Darmadi menyampaikan tahun ini BNI berencana menambah 1.500 mesin ATM baru yang akan tersebar diseluruh Indonesia. "Sekarang sudah 6.500 nanti ada proses penggantian dengan yang sudah kadaluarsa. Nah nantinya nambah mungkin sekitar 1.500 lagi," ungkap Darmadi.

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Gatot M Suwond menjelaskan bisnis pembiayaan perumahan dianggap PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masih menjanjikan. Pertumbuhan KPR perseroan akan kembali menggeliat 27%-28% tahun 2012. "Kami ini pemain baru. Namun bisnis ini masih sangat baik. Dimana portofolio kami sampai akhir tahun lalu mencapai Rp 18 triliun, terjadi penumbuhan 50% dibandingkan sebelumnya," ujarnya di Manado saat itu.

Menurut Gatot, banyak kerja sama yang telah terjalin antara perseroan dengan pengembang. Totalnya mencapai 526 pengembang hingga akhir 2011. Jumlah ini meningkat dibanding awal BNI terjun serius di bisnis KPR tahun 2006 yang hanya 20 pengembang. "Tahun ini kita targetkan portofolio tumbuh 27%-28%, ya sekitar Rp 25 triliun-Rp 26 triliun," tuturnya. **cahyo

Related posts