TBIG Terbitkan Global Bond US$ 650 Juta - Lunasi Utang Jatuh Tempo

NERACA

Jakarta – Perkuat modal dalam menunjang ekspansi bisnisnya, PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG) berencana menerbitkan surat utang global atau notes dalam dolar senilai US$ 650 juta atau setara Rp 9,1 triliun dengan acuan kurs Rp 14.141/US$. Menurut rencana, dana hasil penerbitan obligasi akan dipakai untuk melunasi utang jatuh tempo dan ekspansi usaha. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektus ringkasnya yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham pada Rabu, 30 September 2019 mendatang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengenai rencana transaksi tersebut. Surat utang (notes) tersebut nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura yang ditujukan kepada pihak yang tidak terafiliasi dengan perseroan, yaitu investor global.

Perseroan mengungkapkan, jatuh tempo pembayaran utang pokok paling lama 10 tahun sejak diterbitkan dan jatuh tempo pembayaran bunga setiap 6 bulan. Bunga notes ini ditetapkan maksimal 6% per tahun dengan bunga tetap. Perseroan juga menyebutkan, ekspansi usaha yang akan dilakukan perseroan meliputi perencanaan jaringan, akuisisi lahan dan perijinan, desain infrastruktur dan konstruksi, instalasi jaringan dan manajemen proyek tower telekomunikasi, perluasan jaringan hingga pemeliharaan site selama masa penyewaan infrastruktur.

Nilai rencana transaksi ini setara 274,9% dari nilai ekuitas perseroan hingga Juni 2019. Tercatat, ekuitas perseroan pada paruh pertama tahun ini Rp 3,34 triliun. Karena nilai rencana transaksi tersebut lebih dari 50% dari nilai ekuitas, maka harus mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB Oktober mendatang.

Menilik dari sisi kinerja keuangan perseroan, pada Juni 2019, Tower Bersama membukukan pendapatan Rp 2,27 triliun, naik 8,8% dari periode Juni 2018 sebesar Rp 2,07 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan terhadap entitas induk pada Juni 2019 sebesar Rp 382,12 miliar, terkoreksi 4,97% dari periode sama tahun lalu Rp 402,12 miliar.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan melihat peluang untuk bertumbuh secara anorganik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bersaing dalam lelang 3.000 menara telekomunikasi yang tengah digelar PT Indosat Tbk (ISAT). “Prosesnya masih berjalan. Untuk biaya akuisisi, sumber pendanaan kami terbilang aman. Masih ada fasilitas kredit bank yang belum ditarik,” kata Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso.

Helmy pernah mengatakan strategi akuisisi cenderung mendongkrak pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perseroan secara signifikan. Hal tersebut merujuk ketika perseroan mengeksekusinya di tahun 2012. “Akuisisi ini selalu menjadi strategi karena begitu menang, langsung dapat barangnya, dan EBITDA bertambah. Di 2012, perseroan mengalami kenaikan hingga 39%,” jelas dia.

Adapun, Tower Bersama memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 site telekomunikasi hingga Juni 2019. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 15.272 menara telekomunikasi dan 72 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 26.641, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan menjadi 1,74, naik dari 1,71 di kuartal I-2019.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Percepat Dokumentasi Kredit - Bank BTN Luncurkan Web e-Mitra Operation

Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit dan layanan kepada debitur, khususnya debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…