Generasi Milenial Harus Mampu Menangkap Peluang - AAGN Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM

Generasi Milenial Harus Mampu Menangkap Peluang

AAGN Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM

Era Revolusi Industri 4.0 itu intinya adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya kalangan generasi milenial, untuk menjadi wirausaha."Di era sekarang, semua orang bisa menjadi pengusaha. Dengan memiliki smartphone sudah bisa berdagang."Oleh karena itu, generasi milenial saat ini harus mampu menangkap peluang dan potensi yang ada", tegas Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga pada acara Sinergi Program Kementerian Koperasi dan UKM dan penandatanganan MoU pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa IKIP PGRI Bali, di Kota Denpasar, Bali, Sabtu (21/9).

Di depan ratusan mahasiswa, Puspayoga mengungkapkan bahwa saat ini untuk menjadi pengusaha hotel tidak perlu memiliki kamar, menjadi pengusaha rental mobil tidak perlu memiliki unit mobil."Kita bisa menjadi pengusaha hotel atau rental mobil cukup dengan memiliki aplikasi", tukas Puspayoga.

Puspayoga menegaskan, era Revolusi Industri 4.0 tidak boleh diabaikan. Bila generasi muda mengabaikan kemajuan zaman tersebut, maka akan ketinggalan."Yang harus dipahami, peluang untuk menjadi PNS itu semakin kecil. Tapi, peluang untuk menjadi pengusaha, semakin hari semakin terbuka lebar. Mindset mahasiswa sekarang harus sudah berubah dengan menjadi pengusaha", tandas Puspayoga.

Untuk mendukung hal itu, Puspayoga memaparkan aneka program strategis Kemenkop dan UKM dalam penumbuhan semangat jiwa berwirausaha, khususnya di kalangan generasi milenial (mahasiswa)."Program-program strategis yang sudah kita luncurkan itu memang program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan, program-program itu sejalan dengan era kekinian", jelas Puspayoga.

Diantaranya, program pelatihan kewirausahaan, technopreneur, pelatihan perkoperasian, sosialisasi pola kemitraan usaha rantai nilai/pasok, hingga sosialisasi permodalan."Kita memiliki program Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang sudah banyak membantu usaha mikro dan kecil dalam mengembangkan usahanya", ujar Menkop.

Puspayoga juga menyebutkan bahwa program-program strategis itu tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi kalangan generasi muda untuk menjadi pengusaha."Bila ada yang menghasilkan produk ekspor tapi berbahan baku impor, kita memiliki Program KITE yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Di Bangli, Bali, ada UKM dengan produk rambut palsu. Bahan bakunya diimpor dari India dengan bebas bea masuk. Begitu juga ketika produk tersebut akan diekspor. Semuanya tanpa biaya", papar Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Puspayoga juga mengajak mahasiswa untuk mengenal koperasi sebagai salah satu alternatif badan hukum usahanya. Pasalnya, di negara-negara maju, koperasi itu seiring dan sepadan dengan perusahaan lain."Ke depan, kita hanya akan melahirkan koperasi yang berkualitas", pungkas Puspayoga. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Budaya Dialog Dianggap Jadi Bagian Penting dari Demokrasi

Budaya Dialog Dianggap Jadi Bagian Penting dari Demokrasi   NERACA Jakarta - Mantan anggota parlemen Denmark, Ozlem Sara Cekic, menyebut budaya…

Jaga Keberagaman untuk Menuju Bangsa Besar pada 2045

Jaga Keberagaman untuk Menuju Bangsa Besar pada 2045   NERACA Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud…

Indonesia Dorong Peningkatan Kesadaran Hukum Internasional

Indonesia Dorong Peningkatan Kesadaran Hukum Internasional  NERACA Jakarta - Pemerintah Indonesia berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang hukum Internasional melalui…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

RUU Perkoperasian Harus Bisa Diselesaikan

RUU Perkoperasian Harus Bisa Diselesaikan NERACA Jakarta - Pengamat koperasi Suroto menegaskan, tantangan bagi Menteri Koperasi dan UKM yang baru…

PoliticaWave: Jokowi Menang Pilpres 2019 Karena Tetap Fokus

PoliticaWave: Jokowi Menang Pilpres 2019 Karena Tetap Fokus NERACA Jakarta - Istilah buzzer kembali ramai diperbincangkan di media sosial dalam…

PoliticaWave : Media Sosial Harus Digunakan Secara Bijaksana

PoliticaWave : Media Sosial Harus Digunakan Secara Bijaksana NERACA Jakarta - Terry Flew, Professor of Communication and Creative Industries, Queensland…